ADVERTISEMENT

Manuver Idiot Pecco Bagnaia

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 26 Sep 2022 13:28 WIB
ALCANIZ, SPAIN - SEPTEMBER 18: Francesco Pecco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team putts his helmet on in his box during the MotoGP race at Motorland Aragon Circuit on September 18, 2022 in Alcaniz, Spain. (Photo by Joan Cros Garcia - Corbis/Corbis via Getty Images)
Pecco Bagnaia terjatuh di putaran akhir MotoGP Jepang. (Foto: Joan Cros Garcia - Corbis/Corbis via Getty Images)
Jakarta -

Francesco Bagnaia mengaku telah melakukan tindakan yang sangat keliru, yang membuatnya jatuh pada lap terakhir MotoGP Jepang. Saking menyesalnya, dia menyebut telah melakukan manuver idiot.

Francesco 'Pecco' Bagnaia harus rela kehilangan poin dalam usahanya mengejar Fabio Quartararo. Sebelum jatuh, Bagnaia tepat berada di belakang sang rival Quartararo.

Saat berusaha menyalip di tikungan ketiga pada putaran terakhir, Bagnaia terjatuh dan terseret ke gravel. Beruntung, kecelakaan itu tidak menyeret Quartararo. Bagnaia tampak kecewa, ia bangun dari gravel sembari tepuk tangan.

"Itu merupakan manuver idiot, saya membuat kesalahan besar," jelas Bagnaia dikutip Speedweek.

Dengan balapan tersisa empat seri, bukannya memangkas poin yang ada justru menambah selisih poin antara keduanya. Kini, selisih poin Bagnaia dan Quartararo menjadi 18 poin, dari sebelumnya 10 poin.

Meski secara matematis masih mungkin dikejar, kehilangan poin di periode yang begitu krusial bisa sangat merugikan dalam persaingan meraih gelar juara dunia MotoGP 2022.

"Saya mengalami masalah saat menyalip hari ini karena traksinya tidak bagus. Saya kesulitan untuk mendapat tenaga di lintasan. Ini merupakan kombinasi antara perputaran, sliding, dan kemiringan roda. Normalnya saya mengontrol elektronik sendiri tapi hari ini justru sulit. saya kehilangan waktu saat akselerasi. Saya kuat di pengereman tapi pada saat itu terlalu optimis. Untungnya saya tidak menyentuh Fabio saat jatuh dan tidak merusak balapannya," aku Bagnaia.

Bagnaia memang terlihat kesulitan di MotoGP Jepang. Ia harus memulai balapan dari posisi ke-12 dan harus 'menjinakkan' tingginya tekanan di ban depan.

"Itu semua bisa terjadi. Memang tidak sering terjadi tahun ini. Tapi kami tidak siap untuk itu. Tapi saya mau menerangkan bukan itu sebab saya terjatuh. Saya terjatuh karena kesalahan sendiri. Saya telah meminta maaf kepada mereka," sambungnya lagi.

Ia tak menampik dirinya terlalu ambisius saat hendak menyalip Quartararo. Padahal kalau bisa sedikit lebih sabar, mungkin ceritanya akan berbeda. Ini jadi pelajaran berharga bagi Bagnaia. Pebalap berkebangsaan Italia itu menyadari tidak perlu lagi bertingkah agresif seperti pernah dilakukan di Aragon dan Misano.

"Kalau saja saya bertahan di belakang Fabio dan menunggu waktu yang pas untuk menyalip, mungkin akan lebih baik lagi. Ketika membalap, saya hanya fokus melewati Fabio dan mendekati Maverick syukur-syukur ia membuat kesalahan. Saya terlalu ambsius, tapi hanya itu yang bisa saya lakukan sebagai usaha jadi juara. Jadi kesalahannya jelas saat terjatuh," ungkapnya.



Simak Video "Saat Pebalap MotoGP Quartararo Belanja Kartu Perdana di Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT