Marquez-Quartararo Penyelamat Wajah Jepang di Sirkuit Motegi

ADVERTISEMENT

Marquez-Quartararo Penyelamat Wajah Jepang di Sirkuit Motegi

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 26 Sep 2022 12:51 WIB
Monster Energy Yamahas French rider Fabio Quartararo rides during a MotoGP practice session at the Japanese Grand Prix at the Twin Ring Motegi circuit in Motegi, Tochigi prefecture on September 23, 2022. (Photo by Toshifumi KITAMURA / AFP)
Fabio Quartararo menjadi satu dari dua pebalap pabrikan Jepang yang berhasil finis 10 besar di MotoGP Jepang.Foto: Toshifumi KITAMURA / AFP
Jakarta -

Marc Marquez dan Fabio Quartararo menyelamatkan wajah pabrikan Jepang ketika berlaga di negara sendiri. Tanpa Marquez dan Quartararo, pabrikan Jepang tidak ada yang mengisi posisi 10 besar dalam gelaran MotoGP di Sirkuit Motegi tersebut.

Melihat hasil MotoGP Jepang, posisi 10 besar didominasi lima rider Ducati. Kemudian sisanya ada KTM dan Aprilia. Sementara itu pabrikan Jepang kebanyakan finis di luar 10 besar.

Pol Espargaro finis di tempat ke-12, disusul Alex Marquez di posisi 13, Franco Morbidelli posisi 14, Cal Crutchlow di posisi 15, dan terakhir Takaaki Nakagami di tempat ke-20. Sisanya tidak berhasil menyelesaikan balapan.

Darryn Binder yang menggawangi WithU Yamaha RNF hanya berhasil melahap 14 lap. Kemudian dua pebalap Suzuki Alex Rins dan Takuya Tsuda juga tidak berhasil menyentuh garis finis.

Kalau di Jepang ada dua pebalap pabrikan Jepang yang di posisi 10 besar, di Aragon justru lebih parah. Pada gelaran MotoGP Aragon, Alex Rins menjadi satu-satunya pebalap pabrikan Jepang yang menghuni 10 besar. Sisanya harus puas berebut poin di posisi belasan. Padahal di awal-awal musim, pabrikan Jepang cukup bersaing ketat merebutkan posisi depan.

Contohnya pada seri pembuka di Qatar, enam pebalap pabrikan Jepang menduduki posisi 10 besar. Berlanjut pada gelaran MotoGP Mandalika, dimana Fabio Quartararo, Alex Rins, Joan Mir, Franco Morbidelli, dan Darryn Binder menghuni posisi 10 besar.

Belakangan, pabrikan Eropa memang cukup mendominasi. Terlebih, performa pabrikan Jepang juga menurun. Honda salah satunya. Ditambah lagi, Honda harus kehilangan sang pebalap andalan untuk beberapa seri. Tiga pebalap Honda lainnya justru gagal 'pentas'. Bahkan Honda memecahkan rekor tidak bisa mendapatkan satu poin pun saat balapan di Liqui Moly Motorrad Grand Prix Deutschland, Juni lalu.

Kala itu merupakan kali pertama Honda gagal meraih poin semasa balapan MotoGP beralih menggunakan mesin four-stroke. Sebelumnya, catatan buruk Honda ini terakhir ditorehkan pada Grand Prix di Prancis tahun 1982.



Simak Video "Marc Marquez: Roger Federer Seperti Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT