Tepuk Tangan Bagnaia usai Jatuh di Belakang Quartararo, Apa Maksudnya?

ADVERTISEMENT

Tepuk Tangan Bagnaia usai Jatuh di Belakang Quartararo, Apa Maksudnya?

Doni Wahyudi - detikOto
Senin, 26 Sep 2022 08:47 WIB
MOTEGI, JAPAN - SEPTEMBER 23: Francesco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team starts his session during the free practice of the MotoGP Motul Grand Prix of Japan at Twin Ring Motegi on September 23, 2022 in Motegi, Japan. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)
Francesco Bagnaia crash di lap terakhir MotoGP Jepang (Foto: Getty Images/Steve Wobser)
Jakarta -

Francesco Bagnaia menyesal bukan main usai mengalami crash di lap pamungkas MotoGP Jepang. Jatuh ketika tepat berada di belalang Fabio Quartararo, rider Ducati itu malah tepuk tangan usai terseret di aspal. Apa maksudnya?

MotoGP Jepang diakui Bagnaia tak berjalan mulus. Traksi motor Ducati yang ditungganginya tak sebaik biasanya, pun begitu untuk akselerasi yang membuatnya kesulitan bersaing di barisan depan.

Meski dalam kondisi tidak ideal, Bagnaia sejatinya punya kesempatan besar untuk menjaga jarak dengan Fabio Quartararo di puncak klasemen MotoGP. Memasuki lap terakhir balapan, dia berada di posisi sembilan dan terlibat pertarungan sengit dengan Enea Bastianini. Quartararo bertengger pada posisi delapan.

Tapi malang tak dapat ditolak. Bagnaia malah jatuh hanya beberapa tikungan menjelang garis finis. Kegagalan dapat poin di Sirkuit Motegi membuat jarak dengan dengan Quartararo kembali melebar menjadi 18 poin, padahal sebelumnya cuma terpaut 10 angka saja.

"Aku melakukan kesalahan besar. Aku sudah melakukan kesalahan besar," sesal Bagnaia usai balapan.

"Aku kesulitan hari ini - ketika mencoba menyalip karena traksi motor tidak dalam kondisi terbaik, aku kehilangan sedikit waktu saat berakselerasi. Aku sangat kuat dalam pengereman," lanjut rider 25 tahun itu.

Bagnaia sampai meminta maaf ke tim Ducati atas crash yang dia alami di lap terakhir MotoGP Jepang. Dengan cuma ada empat balapan tersisa di musim ini, kecelakaan tersebut bisa sangat memengaruhi peta persaingan jadi juara dunia MotoGP.

"Aku sedikit terlalu optimistis pada kejadian ini. Satu-satunya hal bagus dari kejadian ini, aku tidak menyenggol Fabio ketika mengalami crash, jadi aku tidak mengganggu balapannya. Karena aku benar-benar mengacau pada insiden tersebut dan aku sungguh tidak senang dengan hal itu," lanjut pebalap yang dalam lima race terakhir selalu naik podium itu.

Tepuk Tangan Bagnaia Usai Jatuh

Ada momen menarik dari insiden jatuhnya Bagnaia pada lap terakhir MotoGP Jepang. Usah jatuh dari motornya dan terseret hingga gravel, Bagnaia terlihat bisa langsung berdiri.

Sejurus kemudian dia terlihat bertepuk tangan. Gestur yang janggal itu memunculkan dugaan kalau dia tengah mencemooh Quartararo, yang tepat berada di depannya saat crash terjadi.

Tapi ternyata bukan itu maksud tepuk tangan Quartararo.

Bagnaia bertepuk tangan sebagai ekspresi kesal atas 'kebodohannya' sendiri yang membuat kesalahan dan harus menyudahi balapan justru saat menjelang finis.

"(Tepuk tangan itu untuk) diriku sendiri, karena aku melakukan manuver idiot," lanjut Bagnaia penuh sesal.



Simak Video "Saat Pebalap MotoGP Quartararo Belanja Kartu Perdana di Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(din/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT