ADVERTISEMENT

Dipecundangi Ducati dan Aprilia, Quartararo Akui Yamaha M1 Kalah Top Speed dan Akselerasi

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 10 Agu 2022 12:32 WIB
NORTHAMPTON, ENGLAND - AUGUST 07: Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP Team leads the field during the MotoGP race during the MotoGP of Great Britain - Race at Silverstone Circuit on August 07, 2022 in Northampton, England. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Yamaha M1 masih kalah dari sisi top speed dan akselerasi dibanding motor-motor Ducati dan Aprilia. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Fabio Quartararo hanya mampu finis kedelapan di MotoGP Inggris yang digelar di Sirkuit Silverstone akhir pekan lalu (7/8/2022). Terlepas dari hukuman long lap penalty yang membuat posisinya turun dari dua ke lima saat balapan, Quartararo tampak kesulitan menyodok ke barisan ke depan, hingga akhirnya rider Monster Energy Yamaha itu dipecundangi oleh motor-motor pebalap Ducati, Aprilia, hingga KTM.

Dikutip dari laman Crash, Quartararo kesulitan bertarung memperebutkan podium lantaran ia membalap dengan sejumlah rombongan besar. Berada di tengah-tengah membuat ia terkena udara panas dari pebalap di depannya. Hal itu mempengaruhi kondisi bannya, sehingga menjadi panas dan hilang performa.

"Ketika saya ada di belakang pebalap lain, ban belakang saya menjadi sangat panas karena (efek) mesin lain (di depan saya) dan performa ban turun," katanya.

NORTHAMPTON, ENGLAND - AUGUST 07: Francesco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team leads the field during the MotoGP race during the MotoGP of Great Britain - Race at Silverstone Circuit on August 07, 2022 in Northampton, England. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Ducati dan Aprilia berjaya di MotoGP Inggris 2022 Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Menurut Quartararo, dampak tersebut seharusnya bisa diminimalisasi andai dia menggunakan ban belakang hard alih-alih memakai ban tipe medium. Untungnya, ban depan tipe soft yang digunakan Quartararo tidak mengalami kendala apapun.

"Kami tidak mencoba ban belakang hard (sebelum balapan). Kami membuat kesalahan karena tidak mencobanya. Dan dalam kondisi seperti ini, sangat penting untuk menggunakan ban ini. Lalu biasanya saya benci ban (depan) yang sangat lunak, tapi di trek ini bekerja dengan baik untuk kami," sambung rider asal Prancis.

Di luar permasalahan itu, Quartararo juga mengakui jika performa Yamaha YZR-M1 masih kalah dibanding motor Ducati, Aprilia, bahkan KTM. Quartararo dengan mudah disalip Maverick Vinales (Aprilia), Jorge Martin (Pramac Ducati), Enea Bastianini (Gresini-Ducati), hingga Miguel Oliveira (Red Bull KTM).

"(Khususnya dari aspek) top speed, akselerasi, rear grip. Banyak hal yang tidak kami miliki," jawab Quartararo.

"Tapi saya lebih suka untuk tidak berbicara terlalu banyak tentang ini. Hal utama bagi kami adalah tetap fokus dan tidak melihat poin negatif yang kami miliki, karena kami tidak dapat meningkatkannya tahun ini," tukasnya.

Saat ini Fabio Quartararo masih memimpin klasemen sementara dengan 180 poin, di tempat kedua ada Aleix Espargaro 158 poin, dan di tempat ketiga dihuni Francesco Bagnaia dengan 131 poin.



Simak Video "Sama Kayak Qatar, MotoGP Mandalika 2023 Rencananya Digelar Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT