ADVERTISEMENT

Masalah Franco Morbidelli Tak Bisa Tiru Gaya Ngerem Quartararo

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 07 Agu 2022 14:19 WIB
DOHA, QATAR - MARCH 05: Franco Morbidelli of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP Team looks on in  box during the MotoGP of Qatar - Qualifying at Losail Circuit on March 05, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images,)
Franco Morbidelli Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Franco Morbidelli belum bisa mengikuti jejak rekan setimnya, Fabio Quartararo. Murid VR46 itu mengaku tak bisa menggapai batas motor YZR-M1, dia bilang hanya Quartararo yang sudah bisa melampaui hal tersebut.

Morbidelli belum mampu menunjukkan statusnya sebagai runner up MotoGP 2022. Performa pebalap Italia itu jomplang dari Fabio Quartararo.

Quartararo memang sudah setahun lebih awal promosi ke tim pabrikan Yamaha. Dia kemudian memenangi MotoGP 2021, dan kini berpotensi jadi calon juara dunia MotoGP 2022.

Sementara Morbidelli masih kesulitan sebagai pebalap pabrikan Yamaha. Dia berada di posisi 19 klasemen sementara MotoGP tanpa pernah menang atau masuk podium sekalipun, jauh dari Quartararo yang memuncaki klasemen dengan koleksi 172 poin.

Morbidelli mengaku dia tak bisa memperlakukan YZR-M1 seperti Quartararo. Pebalap Prancis itu selangkah di depan darinya.

"Fabio membuat langkah lain, atau lebih tepatnya 'langkah besar' dalam pengereman. Dan saya sudah mencapai batasnya," ujar Morbidelli dikutip GPone, Minggu (7/8/2022).

Pernyataan itu merujuk dari hasil sesi free practice hingga kualifikasi. Quartararo yang kurang maksimal di latihan bebas mampu memperbaiki catatan waktu saat sesi kualifikasi.

Quartararo akan start posisi 4 di Sirkuit Silverstone, sedangkan Morbidelli terpaut jauh berada di 19.

Yamaha memiliki keunggulan dari segi kecepatan di tikungan. Tapi Morbidelli mengaku tidak bisa secepat Quartararo, terutama dalam hal pengereman.

Dia mengaku pernah mencoba titik pengereman Quartararo, tapi hasilnya malah melebar saat menikung. Motor melambat tidak sesuai harapan Morbidelli.

"Ketika saya mencoba mengerem pada titiknya, saya tidak bisa berhenti dengan cukup. Saya tidak bisa memperlambat motornya dengan cukup," kata Morbidelli.

"Ya, jika saya lepas landas di titik yang sama saya tidak bisa mengurangi kecepatan seperti dia dan saya melebar. Jika saya mengerem saya tidak mengambil tikungan, dan sebaliknya."

"Pengereman adalah tempat untuk membuat perbedaan: pada kecepatan 300 per jam Anda mendapatkan dua persepuluh detik saat pengereman. Di situlah Anda bisa bermain. Pebalap dan setelan yang Anda gunakan membuat perbedaan. Tapi saya tidak bisa mengambil keuntungan dari fase ini dan melampaui batas itu, Fabio tampaknya berhasil melakukannya," tambah Morbidelli.



Simak Video "Marc Marquez: Roger Federer Seperti Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT