ADVERTISEMENT

Sasis Jadi Biang Kerok Performa Motor Honda di MotoGP Jeblok?

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 04 Jul 2022 17:21 WIB
BARCELONA, SPAIN - JUNE 05: Alberto Puig and Stefan Bradl of Germany and Repsol Honda Team at the starting grid during the race of the MotoGP Gran Premi Monster Energy de Catalunya at Circuit de Barcelona-Catalunya on June 05, 2022 in Barcelona, Spain. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)
Alberto Puig menduga sasis menjadi biang kerok masalah pada motor Honda di MotoGP musim 2022.Foto: Getty Images/Steve Wobser
Jakarta -

Situasi di tubuh tim Honda pada ajang MotoGP boleh dibilang tengah kritis. Performa Honda RC213V belakangan kian memburuk. Ditambah lagi dengan kondisi pebalap yang mengalami cedera.

Bisa dilihat pada balapan terakhir di Sirkuit Assen, Belanda dimana posisi motor Honda terbaik ada di tempat ke-12 lewat Takaaki Nakagami Alex Marquez di posisi 15.

Pol Espargaro memilih mundur karena cedera yang dialami. Manajer tim Repsol Honda Alberto Puig membeberkan bahwa memang pabrikan Jepang itu tengah dihantui masalah. Honda pun tak tinggal diam dan sekarang tengah berusaha membereskan masalah itu secepatnya. Diduga jebloknya performa motor Honda bersumber dari sasis.

"Saya pikir kami belum melakukan yang sebenarnya karena belum mengetahui dengan pasti solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apakah kami tengah mengalami hari yang buruk? Itu jelas. Kami terus berusaha untuk menyelesaikan masalah dan kembali seperti dulu," kata Puig dikutip Motosan.

Sebelumnya, Stefan Bradl pebalap yang menggantikan posisi Marc Marquez sudah sempat mengeluhkan kondisi motor yang makin ke sini sulit dikendarai. Di Assen, Bradl menyelesaikan balapan di posisi ke-18.

Datang dari posisi 18, Bradl berhasil merangkak ke posisi 17 saat balapan baru berjalan satu putaran. Tak lama setelahnya, Bradl kembali naik posisi ke-16. Pada akhirnya, Bradl harus puas menyelesaikan balapan di tempat ke-18 dan kehilangan 32 detik dari Francesco 'Pecco' Bagnaia.

"Sebenarnya saya tidak terlalu kecewa. Untuk tampil lebih baik dari Sachsenring tidak sulit dilakukan hari ini. Tapi situasi di Honda sangat sulit. Kami belum mengetahui ke mana arah pengembangannya. Kami seperti di nirwana dan kehilangan arah. Saya penasaran apa yang akan terjadi di libur musim panas. Semoga itu lebih baik," kata Bradl.

"Memang itu belum cukup untuk mendapat poin, saya lagi-lagi melihat kekuatan dan kelemahan kami. Di Honda, semua pebalap menggunakan tipe ban lunak karena kami tidak mengetahui bagaimana mengelola ban seefisien mungkin. Ini adalah masalah utama kami untuk saat ini. Saat bertarung dengan Dovi (Yamaha) dan Marini (Ducati) saya melihat kami tidak bisa memperoleh kecepatan di tikungan," ungkap pebalap berusia 32 tahun itu.



Simak Video "Repsol Honda: Segalanya Berubah Sejak MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT