Pernyataan Direktur Teknik MotoGP soal Dugaan Kecurangan Tekanan Ban

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 14 Mei 2022 07:37 WIB
Jorge Martin (89), of Spain, steers through a turn during an open practice session for the MotoGP Grand Prix of the Americas motorcycle race at the Circuit of the Americas, Saturday, April 9, 2022, in Austin, Texas. (AP Photo/Eric Gay)
Jorge Martin Foto: AP/Eric Gay
Jakarta -

Empat pebalap MotoGP seperti Francesco 'Pecco' Bagnaia, Alex Rins, Jorge Martin dan Andrea Dovizioso dituding curang tentang tekanan angin ban motornya. Kabarnya, mereka menggunakan tekanan ban yang lebih rendah dari standar minimal.

Penggunaan tekanan ban yang lebih rendah disebut menguntungkan dari segi cengkeraman ban. Direktur Teknik MotoGP Danny Aldridge memberikan pernyataan terkait dugaan tersebut.

"Bekerja sama dengan MSMA dan atas permintaan MSMA, Direktorat Teknis Kejuaraan Dunia saat ini sedang dalam proses mengadopsi protokol baru untuk memantau evaluasi tekanan ban. Prosedur ini harus mencakup pengenalan sistem sensor dan penerima terpadu karena ini adalah satu-satunya cara untuk memiliki data yang andal untuk verifikasi."

LAGOA, ALGARVE, PORTUGAL - APRIL 23: Alex Rins of Spain and Team Suzuki ECSTAR rounds the bend during the MotoGP Of Portugal - Qualifying at Autodromo do Algarve on April 23, 2022 in Lagoa, Algarve, Portugal. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Alex Rins (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

"Selain itu, protokol terperinci telah dibahas dengan MSMA tentang bagaimana peraturan baru akan ditegakkan dan telah disepakati dengan suara bulat bahwa (sanksi pelanggaran) itu tidak akan diterapkan sebelum dimulainya musim 2023," kata pernyataan itu.

Menurutnya, protokol itu telah disepakati bersama MSMA atau Asosiasi Pabrikan Olahraga Otomotif. Syaratnya akan dievaluasi oleh semua pabrikan selama musim 2022.

"Untuk memfasilitasi evaluasi ini, semua pabrikan telah sepakat untuk berbagi data ban pebalap mereka dengan semua pabrikan lain setelah setiap acara. Karena data ini disediakan secara sukarela dan sensor dikalibrasi satu per satu oleh masing-masing produsen sensor, keakuratannya saat ini tidak dapat diperiksa," ujarnya.

Selain itu, pernyataan tersebut menegaskan bahwa Michelin sebagai pemasok ban, asosiasi sepeda motor internasional FIM, asosiasi tim IRTA, aliansi pabrikan MSMA dan promotor MotoGP Dorna telah sepakat bahwa peraturan mengenai ban akan terus ditegakkan oleh Direktur Teknik dan Michelin, hingga sistem baru siap digunakan.

Sebelumnya, muncul laporan Motorsport Magazine yang menyebut, di balapan Jerez, salah satu insinyur memberikan data tekanan ban setelah balapan. Data itu mengindikasikan empat pebalap menggunakan tekanan angin lebih rendah.

Disebutkan, tekanan ban yang lebih rendah dapat meningkatkan cengkeraman. Terlebih, banyak pebalap yang performanya kurang baik lantaran tekanan ban depan meningkat terlalu banyak.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)