Jika Keluar dari MotoGP, Suzuki Harus Bayar Denda Besar

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 11 Mei 2022 07:47 WIB
LOMBOK, INDONESIA - MARCH 20: MotoGP rider Alex Rins #42 of Spain and Team SUZUKI ECSTAR competes during the MotoGP Grand Prix of Indonesia at Mandalika International Street Circuit on March 20, 2022 in Lombok, Indonesia. (Photo by Robertus Pudyanto/Getty Images)
Jika benar-benar hengkang dari MotoGP, Suzuki harus bayar denda besar (Foto: Getty Images/Robertus Pudyanto)
Jakarta -

Suzuki dirumorkan akan cabut dari ajang MotoGP. Namun, jika benar-benar Suzuki hengkang dari MotoGP, maka pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu, Jepang, itu harus membayar denda besar.

Hal itu disampaikan oleh legenda balap asal Inggris, Keith Huewen, seperti dikutip Crash. Sebabnya, Suzuki masih punya sisa kontrak empat tahun di MotoGP saat ini.

"Mereka telah membuat keputusan ini. Itu hanya bisa finansial. Teori saya adalah bahwa Suzuki memiliki reaksi spontan terhadap penjualan dan terlepas dari kenyataan bahwa mereka sangat sukses di arena balap, mereka telah menarik diri. Mungkin Suzuki telah melihat buku mereka sedikit lebih keras dan telah melihat tidak ada korelasi antara balap grand prix dan penjualan motor jalan raya mereka dan telah memutuskan untuk melompat lebih awal," kata Huewen.

Huewen yakin Suzuki harus membayar harga tinggi untuk hengkang dari MotoGP setelah hanya melakoni satu tahun dari kontrak lima tahun MotoGP. Denda itu sebagian untuk mencegah pabrikan lain melakukan hal yang sama.

"Anda dapat yakin ada kontrak yang kuat (antara Dorna dan Suzuki), tetapi tidak ada kepentingan siapa pun untuk berperang atas kontrak. Yang mengatakan, Suzuki harus membayar semacam kompensasi dan saya pikir mereka harus membayar denda besar. Saya pikir Dorna harus menegakkan itu," ucapnya.

"Karena Anda tidak menarik diri keluar karena baru saja menandatangani kontrak lima tahun dengan Dorna. Apakah tangan kiri di Suzuki tidak tahu apa yang dilakukan tangan kanan? Ada paralel dalam semua ini," katanya.

"Mereka (Dorna) harus mempersulit Suzuki atau semua orang ingin pergi pada tahap tertentu, atau mengatur ulang kontrak mereka," sambungnya.

Sejauh ini, Suzuki belum mengungkap alasan di balik pengundurannya tersebut. Satu spekulasi yang bermunculan adalah Suzuki tengah mengalami masalah finansial usai dihantam pandemi Corona. Suzuki disebut harus menyimpan uang guna keperluan riset e-mobility.

Di sisi lain, Suzuki juga harus merogoh kocek cukup dalam untuk berlaga di kelas premier tanpa sponsor utama. Mengutip Speedweek, manajemen Suzuki memang hanya menandatangani versi final kontrak lima tahun pada November 2021.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)