ADVERTISEMENT

'Andai Start Marc Marquez Mulus, Pasti Jadi Juara'

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 11 Apr 2022 18:52 WIB
Marc Marquez (93), of Spain, steers through a turn during an open practice session for the MotoGP Grand Prix of the Americas motorcycle race at the Circuit of the Americas, Saturday, April 9, 2022, in Austin, Texas. (AP Photo/Eric Gay)
Marc Marquez harusnya bisa jadi juara andai tak mengalami masalah saat start (Foto: AP/Eric Gay)
Jakarta -

Marc Marquez hanya berhasil finis di urutan keenam di MotoGP Amerika 2022. Padahal, Marquez jadi salah satu rider favorit di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, AS.

Mesin motor Honda RC213V tunggangan Marquez gagal saat start menuju tikungan pertama. Hal itu membuat The Baby Alien terlempar ke posisi paling buncit.

Marquez memulai balapan dari posisi kesembilan di grid, berharap bisa menaklukkan sebagian Ducati yang mendominasi sebelum masuk tikungan satu. Tapi kemudian bintang Honda itu gagal melakukan start yang baik. Alhasil, dia harus melewati belasan pebalap. Dia juga bertarung dengan Fabio Quartararo dan Jorge Martin sebelum finis di urutan keenam untuk meraih poin berharga.

Rider Aprilia, Aleix Esargaro yang juga turut disalip Marquez juga mengira pebalap Repsol Honda itu bakal juara. Sayangnya, menurut Aleix, ambisi itu dijegal oleh masalah teknis saat start.

"Marc sangat kompetitif, ketika saya menemukannya di belakang saya, saya lebih suka menjadi pintar dan tidak bertarung dengannya karena dia lebih unggul dari saya. Saya mencoba mengikutinya untuk mengejar ketertinggalannya, saya harus mengatakan bahwa dia sangat pandai menghentikan motor dan menyalakannya kembali dari kecepatan rendah. Tanpa masalah itu saat start, saya yakin dia akan berjuang untuk juara," ucap Aleix Espargaro dikutip GPOne.

Marquez sendiri belum mengetahui masalah yang terjadi pada saat start. Banyak yang mengira bahwa Marquez salah menekan tombol pit limiter saat start, bukannya tombol launch control. Namun, Marquez mengeceknya dan dia tidak menekan tombol pit limiter.

"Honda masih menyelidiki apa yang terjadi. Setelah saya masuk ke mode launch control, saya melihat alarm di dasbor. Saya kemudian start dan mencoba untuk tidak kehilangan terlalu banyak waktu. Tapi motornya menjadi gila," ucap Marquez dikutip Speedweek.

"Saya khawatir itu akan menjadi kecelakaan besar karena motor tidak berakselerasi dengan baik dari awal hingga tikungan pertama. Rasanya seperti memiliki rev limiter sepanjang waktu," sebutnya.

"Alarm tetap menyala selama balapan. Tapi untungnya setelah tikungan pertama ketika holeshot device dinonaktifkan, motor bekerja lebih baik. Itu tidak sempurna, karena masih ada yang salah, tapi itu bekerja dengan baik," ucap Marquez dikutip Crash.



Simak Video "Marc Marquez: Roger Federer Seperti Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT