ADVERTISEMENT

MotoGP Larang Perangkat Motor Ini Tahun Depan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 23 Mar 2022 20:09 WIB
LOMBOK, INDONESIA - MARCH 20: MotoGP rider Francesco Bagnaia #63 of Italy and Ducati Lenovo Team competes during the MotoGP Grand Prix of Indonesia at Mandalika International Street Circuit on March 20, 2022 in Lombok, Indonesia. (Photo by Robertus Pudyanto/Getty Images)
MotoGP larang penggunaan ride height device tahun depan (Getty Images/Robertus Pudyanto)
Jakarta -

Komisi Grand Prix mengeluarkan peraturan baru terkait perangkat motor balap MotoGP untuk musim 2023. Mulai tahun depan, MotoGP melarang perangkat ride height device.

"Komisi Grand Prix telah mengkonfirmasi bahwa penggunaan perangkat apa pun yang menyesuaikan ketinggian (suspensi) depan, saat bergerak, akan dilarang," tulis MotoGP dalam situs resminya.

Keputusan ini diambil dari pertemuan online yang diadakan pada 18 Maret 2022. Keputusan larangan ride height device ini disepakati oleh Carmelo Ezpeleta (Ketua Dorna), Paul Duparc (FIM), Herve Poncharal (IRTA) dan Biense Bierma (MSMA), dibantu oleh Jorge Viegas (Presiden FIM), Carlos Ezpeleta (Dorna), Mike Trimby (IRTA, Sekretaris) dan Corrado Cecchinelli (Direktur Teknologi). Regulasi teknis ini mulai diberlakukan untuk kelas MotoGP mulai musim 2023.

"Dalam pertemuan yang diadakan di Lusail pada tanggal 4 Maret 2022, para delegasi GPC diminta untuk mempertimbangkan dua alternatif usulan mengenai hal ini. Keduanya memiliki tujuan untuk mencegah peningkatan kinerja lebih lanjut dan peningkatan biaya pengembangan," sebut MotoGP.

Keputusan yang disepakati adalah larangan perangkat pengatur ketinggian suspensi depan. Perangkat yang hanya mengoperasikan ketinggian suspensi ada saat start atau holeshot device tetap diperbolehkan. Yang dilarang adalah perangkat pengatur ketinggian suspensi yang dioperasikan saat motor melaju.

Ride height device pertama kali dibawa oleh Ducati. Dengan ride-height system yang memungkinkan motor dinaik-turunkan sesuka hati pebalapnya.

Secara khusus, evolusi ini pertama kali dilakukan oleh Jack Miller di Buriram tahun 2019. Dengan teknologi itu, pebalap pabrikan Ducati bisa menurunkan bagian belakang motor sesuka hati saat akselerasi di lintasan lurus yang panjang.

Manfaat dari performa tersebut dimulai dengan peningkatan anti-wheelie yang mencegah roda depan terangkat saat motor keluar dari tikungan. Kemudian dilanjutkan dengan hambatan aerodinamika yang sedikit lebih rendah di sepanjang lintasan lurus. Hingga stabilitas pengereman yang lebih baik di tikungan. Teknologi itu diklaim sangat membantu untuk transfer beban.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT