Russia Invasi Ukraina, Sebastian Vettel Boikot F1 di Sochi

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Jumat, 25 Feb 2022 13:38 WIB
BAHRAIN, BAHRAIN - MARCH 12: Sebastian Vettel of Germany and Aston Martin F1 Team looks on from the grid during Day One of F1 Testing at Bahrain International Circuit on March 12, 2021 in Bahrain, Bahrain. (Photo by Joe Portlock/Getty Images)
Sebastian Vettel akan memboikot F1 GP Rusia (Getty Images/Joe Portlock)
Jakarta -

Sebastian Vettel bersikap tegas atas operasi militer yang dilakukan Rusia di Ukraina. Pemilik 4 gelar juara dunia Formula 1 itu menyatakan tidak akan mau membalap di negara Vladimir Putin.

Ajang Grand Prix F1 di Rusia sejatinya akan digelar pada 25 September. Balapan tersebut akan berlangsung di Sochi Autodrom, yang mana sirkuit tersebut telah menyelenggarakan balap jet darat sejak 2014.

Meski balapan tersebut masih berjarak tujuh bulan lagi, Vettel menegasakan tetap akan memboikot seri tersebut apabila Rusia masih terus menyerang Ukraina. Ia juga mengungkapkan kekesalannya terkait invasi tersebut dan mengatakan jika tindakan Rusia tidak berperikemanusiaan.

"Menurut pendapat pribadi saya, jujur ketika saya bangun tadi pagi saya terkejut ketika mendengar berita. Melihat apa yang terjadi, saya pikir itu sangat mengerikan. Tentu, jika Anda melihat di kalender (Formula 1), kami memiliki jadwal balapan di Rusia," kata Vettel dilansir BBC.

"Menurut pendapat saya, saya tidak akan pergi ke sana (F1 Rusia). Saya pikir balapan di negara tersebut adalah hal yang salah. Saya meminta maaf untuk orang-orang yang tak berdosa telah kehilangan nyawa karena alasan bodoh di bawah kepemimpinan yang sangat aneh dan egois," ujarnya.

Selain Vettel, sejumlah pebalap F1 juga menyuarakan hal serupa. Salah satunya Fernando Alonso. Driver asal Spanyol itu mengatakan jika pihak Formula 1 harus melakukan tindakan secara cepat agar sama-sama menemukan jalan keluar yang terbaik.

Selain itu, pebalap dari tim Red Bull Racing, Max Verstappen, juga menolak jika harus tampil di Rusia. Namun, ia juga terus menunggu kepastian dari pihak F1 terkait penyelenggaraan GP Rusia.

"Saya pikir ketika negara sedang konflik, tidak tepat jika harus mengadakan balapan di sana. Itu bukan hanya pendapat saya, tapi juga orang-orang di dalam tim yang akan menentukan pilihan mereka nanti," ujar Verstappen.

Sampai sekarang, pihak Formula 1 belum mengambil keputusan atau menyuarakan sikap resmi terkait operasi militer Rusia ke Ukraina, termasuk kelanjutan balapan di negara tersebut. Beberapa petinggi F1 bahkan telah melakukan rapat terbatas untuk membahas GP Rusia, yang mana bisa dibatalkan jika situasi tak kunjung membaik.



Simak Video "RI Mau Gelar Formula 1, Sekali Balapan Butuh Uang Rp 1,1 T!"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)