Yamaha: Quartararo Juara Dunia MotoGP 2021 Lebih Memuaskan Dibanding Lorenzo di 2015

Tim Detikcom - detikOto
Senin, 25 Okt 2021 06:17 WIB
Jakarta -

Untuk kali pertama setelah enam tahun, Yamaha kembali memiliki pebalap yang jadi juara dunia MotoGP. Keberhasilan Fabio Quartararo jadi juara dunia MotoGP 2021 terasa lebih memuaskan dibanding yang terakhir diraih Jorge Lorenzo pada 2015.

Quartararo malam tadi mengunci titel juara dunia MotoGP 2021. Meski cuma bisa finis di posisi empat pada MotoGP Emilia Romagna, itu sudah cukup mengantarnya menjadi juara dunia MotoGP terbaru.

Dengan kini mengumpulkan 167 poin, Quartararo tak mungkin terkejar oleh Francesco Bagnaia yang berada di posisi dua. Selisih poin di antara mereka mencapai 65 angka, sementara balapan tinggal menyisakan dua seri lagi.

Sukses Quartararo menjadi juara dunia menghapus dahaga Yamaha untuk bisa menempatkan ridernya di posisi teratas klasemen pada akhir musim. Terakhir mereka meraihnya pada 2015, melalui Jorge Lorenzo.

Ketika itu Yamaha malah menempatkan dua rider-nya di posisi paling atas. Valentino Rossi jadi runner up kala itu.

Namun menurut Lin Jarvis, sukses yang diraih Quartararo pada MotoGP 2021 terasa lebih manis dibanding Lorenzo 2015.

Yamaha French rider Fabio Quartararo celebrates towards fans on October 24, 2021 after he won the wordl champion title after the Emilia-Romagna MotoGP Grand Prix at the Misano World Circuit Marco-Simoncelli in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Andreas SOLARO / AFP)Fabio Quartararo merayakan diraihnya gelar juara dunia MotoGP 2021 Foto: AFP/ANDREAS SOLARO

"Quartararo layak menjadi juara dunia. Kami meraihnya kembali setelah enam tahun, setelah yang terakhir pada 2015 yang terkenal itu. Kami sebenarnya dapat posisi satu dan dua ketika itu, melalui Lorenzo dan Rossi," ucap Jarvis di situs resmi MotoGP.

"Tapi kalau boleh jujur, meski dapat posisi satu dan dua (ketika itu), itu rumit. Dan kami tidak pernah bisa untuk benar-benar menikmati gelar juara dunia ketika itu, karena polemik-polemik yang terjadi ketika itu. Tapi hari ini semuanya jelas dan terang, Fabio Quartararo berhak mendapatkan gelar juara dunia MotoGP," lanjut Jarvis.

Kilas balik ke 2015, terjadi persaingan sengit antara Rossi dan Lorenzo untuk jadi juara dunia. Rivalitas tersebut kemudian menyeret Marc Marquez. Rossi menuduh Marquez melakukan manuver-manuver untuk menghambatnya jadi juara dunia, lantaran Marquez lebih mendukung Lorenzo yang sama-sama dari Spanyol.

Itu kemudian berbuntut pada aksi Rossi 'menendang' Marquez di MotoGP Malaysia. Atas insiden tersebut Rossi dihukum start dari posisi paling belakang pada balapan penutup di Valencia. Sanksi itu pada akhirnya membuat Rossi tak mampu merebut titel juara dunia.

(din/din)