Performa Jeblok, Honda Kehilangan Arah Setelah Marquez Cedera

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 20 Okt 2021 10:15 WIB
Spains Marc Marquez (93) is cheered by his crew as he wins the MotoGP Grand Prix of the Americas motorcycle race at Circuit of the Americas, Sunday, Oct. 3, 2021, in Austin, Texas. (AP Photo/Eric Gay)
Performa Honda di MotoGP jeblok setelah Marquez Cedera. Foto: AP/Eric Gay
Jakarta -

Legenda MotoGP, Mick Doohan, menyoroti jebloknya performa Honda di MotoGP dalam dua musim terakhir. Menurut Doohan, Honda mengalami penurunan prestasi pasca cederanya Marc Marquez di awal kompetisi MotoGP 2020 lalu.

Honda terlempar dari perebutan gelar juara dunia MotoGP 2021. Pabrikan berlogo sayap mengepak itu kalah saing dari Yamaha, Ducati, Suzuki, serta KTM. Di klasemen sementara saat ini, pebalap Honda mengisi posisi 7 (Marc Marquez), 14 (Takaaki Nakagami), 15 (Pol Espargaro), dan 16 (Alex Marquez).

Dikatakan legenda MotoGP, sekaligus legenda Honda, Mick Doohan, Honda terpuruk setelah Marquez mengalami cedera panjang dan absen cukup lama di ajang MotoGP.

"Dari luar, mereka seperti kehilangan arah sejak cedera Marc. Dia tidak sekuat yang diinginkan. Pebalap Honda lainnya bagus dan mereka berjuang untuk mencapai 10 besar. Saya tidak tahu apa solusinya, mereka perlu bekerja keras," kata Doohan, dikutip dari Motosan.

Lanjut Doohan menjelaskan, absennya Marc Marquez dalam waktu lama membuat pengembangan motor MotoGP Honda seolah terhenti dan membutuhkan adaptasi lama untuk kembali ke kondisi sedia kala, saat Marquez sedang jaya-jayanya.

"Ketika Anda kembali, sulit untuk kembali ke tempat yang sama di mana Anda meninggalkannya. Pebalap kedua dan ketiga, mereka tidak punya keyakinan yang sama seperti yang dimiliki Marc. Marc telah pergi dan ketika dia kembali, dia tidak menemukan motor yang dia tinggalkan dan sekarang dia mencoba untuk mendapatkannya kembali seperti sebelumnya. Insinyur terus-menerus mengubah banyak hal, untuk itulah mereka membutuhkan seseorang yang kuat untuk membimbing mereka dan yang dapat memiliki komunikasi yang baik," sambungnya.

Terlepas dari cedera yang mempengaruhi performa selama balapan, Marc masih bisa menampilkan performa terbaik di sirkuit-sirkuit yang jadi favortinya, seperti Sirkuit Sachsenring, Jerman, dan Sirkuit Austin di Amerika Serikat. Meski begitu, bukan berarti masalah usai.

"Saya tidak yakin bagaimana cederanya berkembang, tetapi itu butuh waktu. Dia tahu cara mengemudi, saya yakin dia tidak kehilangan kepercayaan diri tetapi cederanya membutuhkan waktu. Jadi tahun depan, jika Honda bekerja dengan baik pada motornya, ia akan memiliki kekuatan dari sebelumnya dan akan kembali," ujarnya lagi.

"Ketika saya mengalami cedera dan komplikasi, orang-orang mengatakan bahwa saya tidak akan membalap dengan cara yang sama lagi. Saya tidak pernah kembali mengemudi persis seperti sebelumnya karena saya tidak bisa, tetapi saya beradaptasi dengan cara mengemudi yang baru dan saya mulai memiliki kekuatan dan menang lagi. Saya yakin Marc akan berada di posisi itu lagi. Setiap hari dia memiliki kekuatan lebih. Kalau Honda bisa membuat motornya dengan baik, pasti mereka akan berlomba lebih dulu dengan Marc," tukasnya.

(lua/riar)