Aman, WADA Bilang Indonesia Bisa Gelar MotoGP 2022

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Jumat, 15 Okt 2021 18:35 WIB
Indonesia akhirnya masuk dalam kalender balap sementara MotoGP 2022. Dalam kalender itu, Sirkuit Mandalika di NTB bakal jadi tuan rumah MotoGP pada awal musim.
Sirkuit Mandalika tempat digelarnya MotoGP Indonesia 2022 (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Jakarta -

Sempat muncul kabar mengkhawatirkan soal status Indoneaia yang terancam tak bisa menggelar event olahraga internasional, termasuk MotoGP. Namun kini dipastikan Indonesia tetap akan bisa menggelar event balap motor paling bergengsi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, badan antidoping dunia atau World Anti-Doping Agency (WADA) bakal memberi sanksi kepada Indonesia karena dinilai lalai dalam mematuhi prosedur program tes doping. Indonesia terancam tidak bisa menggelar turnamen internasional, termasuk MotoGP.

Indonesia terancam sanksi karena tidak bisa memberikan laporan tes doping pada periode tahun 2020-2021 ini. Ancaman sanksi dari WADA bisa memberi dampak kepada banyak hal, antara lain Indonesia tidak bisa menggelar turnamen internasional dan nama Indonesia tidak boleh ada di level turnamen internasional.

Kekhawatiran pun menyelimuti pecinta balap MotoGP, karena Indonesia sudah dijadwalkan menggelar balap motor terpopuler pada Maret 2022. Sementara ajang World Superbike akan dilaksanakan di tanggal 19-21 November 2021.

Dikutip dari Crash, Indonesia dipastikan masih bisa menggelar kedua ajang balap motor tersebut. Salah satu juru bicara dari badan anti doping mengatakan, Indonesia sebenarnya dilarang mengadakan event olahraga apapun setelah dikenakan sanksi.

Namun, jika sebuah kompetisi sudah terlanjur tercapai kesepakatan untuk dilangsungkan, pihak WADA mengizinkan event untuk tetap dilanjutkan sampai kontrak selesai.

"Indonesia dan Thailand tidak mendapat izin untuk menjadi tuan rumah event olahraga selama disanksi, tapi apabila event itu sudah dijadwalkan maka bisa terus berlanjut," kata juru bicara WADA yang tidak disebutkan namanya.

Dengan kata lain, karena Indonesia sudah memiliki kontrak selama beberapa tahun untuk menyelenggarakan MotoGP dan World Superbike sebelum keputusan dari WADA keluar, maka balapan tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Akan tetapi, belum ada perjanjian baru yang dapat ditandatangani sampai sanksi selesai diberikan.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan, sudah berkirim surat kepada pihak WADA dan mendapatkan balasan positif dari mereka. Dirinya yakin Indonesia tetap bisa menggelar MotoGP di Sirkuit Mandalika pada Maret 2022.

"Saya kira tidak ya, setelah kami menyampaikan surat pada tanggal 8 Oktober kemarin kemudian WADA sudah merespons bahwa mereka memahami apa yang terjadi di Indonesia, situasi di Indonesia, dan kemudian mereka berharap dari PON ini sampel-sampel kita sesuai TDP (Test Doping Plan) kita tahun 2021," kata Amali, Minggu (10/10).

Lebih lanjut, Amali menegaskan bahwa Indonesia tetap bisa menjadi tuan rumah event olahraga internasional dan tetap boleh memakai nama Indonesia pada gelaran internasional.

"Jadi ingin saya tegaskan disini mengenai yang tidak boleh menyelenggarakan kegiatan internasional, kita dilarang menggunakan nama Indonesia atau Lagu Indonesia Raya, Merah Putih, dan lain sebagainya itu sudah clear (tuntas) ya. Dengan pernyataan dari WADA bahwa mereka apresiasi dan menunggu hasil sampel dari Pekan Olahraga Nasional (PON)," ujarnya.



Simak Video "Maaf, Gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika Cuma Boleh Diisi 15% Penonton"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)