7 Fakta Formula E yang Masih Belum Jelas Nasibnya di Jakarta

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 07 Okt 2021 17:38 WIB
BERLIN, GERMANY - MAY 25: In this handout from FIA Formula E -  Alexander Sims (GBR) BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.18 at Tempelhof Airport on May 25, 2019 in Berlin, Germany. (Photo by FIA Formula E/Handout/Getty Images)
Ilustrasi balap Formula E. Foto: (Getty Images)
Jakarta -

Rencana penyelenggaraan Formula E Jakarta penuh lika-liku. Mulai dari persoalan anggaran biaya, pengajuan hak interpelasi oleh DPRD, hingga yang baru adalah soal penetapan lokasi balapan.

Terkait lokasi Formula E Jakarta, semula direncanakan berlangsung di kawasan Monumen Nasional alias Monas. Namun lantaran mengalami kendala terkait perizinan dari pemerintah pusat, akhirnya tim panitia harus mencari alternatif lokasi untuk gelaran Formula E Jakarta.

Berikut detikOto rangkum 7 fakta Formula E Jakarta yang belum jelas nasibnya:

1. Alasan Formula E Digelar di Jakarta

Pada 2019 lalu, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) selaku penyelenggara Formula E menjelaskan alasan pemilihan Jakarta sebagai salah satu tuan rumah pegelaran Formula E. Dikatakan Chief Championship Officer Formula E, Alberto Longo, kota Jakarta memiliki visi misi yang sama terkait dengan isu-isu lingkungan.

"Dan alasan mengapa Jakarta adalah karena gubernur memiliki visi yang sama. Dan visinya tidak lebih dari kita perlu merawat bumi kita, kita perlu saling menjaga sebagai orang yang hidup di kota besar dan polusi di kota-kota semakin banyak. Ini (Formula E) juga merupakan senjata melawan perubahan iklim dan melawan polusi kota," kata Longo di Monas, Jakarta Pusat (20/9/2019).

2. Rencana Awal

Awalnya Formula E Jakarta akan diselenggarakan di kawasan Monas pada 6 Juni 2020. Namun rencana tersebut gagal direalisasikan sehubungan dengan terjadinya pandemi virus Corona, sejak awal-awal tahun 2020.

Permintaan penundaan Formula E tertulis dalam surat Nomor 117/-1.857.73, yang ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ditujukan kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix tanggal 9 Maret 2020.

Dalam kesepakatan baru, Jakpro (Jakarta Properti) dengan Formula E Operation (FEO) memastikan penyelenggaran Formula E Jakarta dilakukan mulai di tahun depan. Tiga tahun berturut-turut, mulai 2022, 2023, 2024.

3. Anggaran Fantastis

Perlu biaya yang tidak sedikit untuk menyelenggarakan balap mobil bermesin listrik seperti Formula E. Pemprov DKI Jakarta mengatakan kerugian bakal terjadi jika Formula E hanya satu kali digelar di Jakarta. Salah satu kerugiannya, menurut Pemprov DKI, infrastruktur Formula E yang telah dibangun akhirnya tak bisa dimanfaatkan maksimal.

Menurut penjelasan Pemprov DKI Jakarta, anggaran atau commitment fee Formula E berjumlah Rp 2,3 triliun, sementara biaya pelaksanaannya yakni Rp 4,4 triliun. JakPro juga mengatakan bahwa biaya pelaksanaan Formula E setiap tahunnya Rp 150 miliar. Jakpro memastikan biaya ini tak bersumber dari APBD, melainkan melalui sponsorship atau pihak ketiga.

BERLIN, GERMANY - MAY 25: In this handout from FIA Formula E -  Alexander Sims (GBR) BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.18 at Tempelhof Airport on May 25, 2019 in Berlin, Germany. (Photo by FIA Formula E/Handout/Getty Images)7 Fakta Formula E yang Masih Belum Jelas Nasibnya di Jakarta Foto: (Getty Images)

4. Interpelasi DPRD DKI Jakarta

DPRD DKI Jakarta mengajukan interpelasi Formula E Jakarta kepada Gubernur Anies Baswedan terkait penyelenggarakan Formula E. Hak interpelasi akan mempersilahkan Gubernur untuk hadir guna memberikan penjelasan terhadap permintaan keterangan anggota DPRD. Singkatnya, interpelasi merupakan hak anggota DPRD untuk bertanya kepada Gubernur terkait sebuah kebijakan.

Fraksi PDIP dan PSI jadi dua pihak yang paling getol mendorong pelaksanaan interpelasi Formula E Jakarta. Namun akhirnya rapat paripurna interpelasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal Formula E ini gagal terlaksana karena diboikot 7 fraksi DPRD DKI Jakarta selain fraksi PDIP dan PSI.

5. Batal Dilaksanakan di Monas

Gubernur Anies Baswedan mengumumkan rencana Jakarta siap menjadi tuan rumah Formula E pada September 2019. Anies mengumumkannya dalam momen konferensi pers Jakarta E-Prix, di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019).

Formula E Jakarta semula akan dilakukan di Monas. Namun rencana ini batal karena tidak mendapat restu dari pemerintah pusat. Sebelumnya, JakPro sebagai penyelenggara Formula E Jakarta, sempat melakukan uji coba aspal untuk trek balap. Namun tak lama, aspal itu dibongkar.

Penyelenggaraan Formula E di Monas terkendala perizinan dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Kemensetneg tidak menyetujui rencana Formula E di kawasan Monas. Sekretaris Kemensetneg Setya Utama menyebut ada berbagai pertimbangan, salah satunya soal cagar budaya.

Mobil balap Formula E Gen2 EVOMobil balap Formula E Gen2 EVO Foto: Formula E

6. Alternatif Lokasi Formula E Jakarta

Akhirnya, Monas pun benar-benar batal menjadi venue Formula E Jakarta. "Venue yang jelas bukan di Monas, itu saja clue-nya," ungkap Direktur JakPro, Gunung Kartiko, kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun membocorkan sedikit calon venue Formula E. "Macam-macamlah (lokasi Formula E), di antaranya di Senayan, di Pantai Maju Bersama, dan lain-lain," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

7. Tak Lagi Seksi, Formula E Jakarta Ditinggal Banyak Pabrikan

Tiga pabrikan otomotif asal Jerman sudah mengonfirmasi meninggalkan ajang Formula E, yakni Audi, BMW, dan Mercedes-Benz. Audi menyebut jika mereka telah mengubah strategi partisipasi di ajang balapan dunia dengan akan fokus pada Reli Dakar pada 2022 dan Le Mans Daytona hybrid mulai 2022.

Sementara BMW, kendati memutuskan keluar dari Formula E, masih akan memasok mesin di Formula E 2022 karena mereka masih terikat kontrak dengan Andretti Formula E team. BMW juga masih terikat kontrak dengan FIA untuk menjadi pemasok mesin sampai 2022.FIA untuk menjadi pemasok mesin sampai 2022.

Tim terakhir yang memutuskan mundur, yang menjadi kejutan besar adalah Mercedes-Benz. Mercedes-EQ Formula E Team menyatakan angkat kaki dari Formula E pada 18 Agustus 2021 lalu, setelah memastikan menjadi juara dunia melalui pebalapnya Nyck de Vries.

(lua/din)