Mercedes-Benz Pamit dari Ajang Formula E, Fokus ke Balap F1 dan Mobil Listrik

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 02 Sep 2021 09:23 WIB
Mercedes-Benz EQ Formel E Team, Präsentation 

Mercedes-Benz EQ Formula E Team, Launch
Mercedes-Benz resmi pamit dari ajang Formula E. Foto: Pool (Autoevolution)
Jakarta -

Mercedes-Benz resmi mengakhiri keterlibatannya dalam tim Formula E Mercedes-EQ pada akhir musim ke delapan. Pabrikan asal Jerman tersebut bakal memfokuskan diri untuk mengembangkan kendaraan listrik.

Seperti tertulis dalam rilis yang diterima detikOto, Mercedes-Benz mengumumkan bahwa mereka mengakhiri kisah sukses ABB FIA Formula E sebagai peserta tim dan pabrikan pada akhir Musim 8, tepatnya pada Agustus 2022.

Sejak HWA Racelab pertama kali berpartisipasi di Musim 5, dan menetapkan fondasi untuk partisipasi Mercedes di Formula E, tujuan utama adalah untuk menciptakan sebuah standar untuk setiap tim yang berpartisipasi di setiap levelnya.

BERLIN, GERMANY - MAY 25: In this handout from FIA Formula E -  Alexander Sims (GBR) BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.18 at Tempelhof Airport on May 25, 2019 in Berlin, Germany. (Photo by FIA Formula E/Handout/Getty Images)Mercedes-Benz pamit dari ajang balap Formula E Foto: (Getty Images)

Kemenangan Mercedes pertama untuk Stoffel Vandoorne di babak final Musim 6, dilanjuti oleh awal yang kuat untuk Musim ke-7, membawa kejuaraan tim di musim keduanya. Puncaknya, akhir pekan lalu di Berlin ketika Nyck de Vries dan Tim Formula E Mercedes-EQ menjadi juara dunia motorsport listrik pertama, dengan memenangkan gelar ABB FIA Formula E World Championship Drivers' and Teams'.

Secara paralel, Mercedes-Benz membuat pengumuman strategis pada akhir Juli bahwa brand tersebut akan siap untuk menjadi all-electric di akhir dekade, ketika kondisi pasar memungkinkan.

Mercedes-Benz telah mempertimbangkan untuk memilih mengalihkan sumber daya dalam mempercepat proses elektrifikasi, termasuk pengembangan tiga arsitektur khusus listrik yang akan diluncurkan pada tahun 2025. Oleh karena itu, Mercedes akan merealokasi sumber daya dari ABB Program Kejuaraan Dunia Formula E FIA dan penerapan pembelajaran dalam kompetisi untuk pengembangan produk.

Ke depannya, perusahaan akan memusatkan kegiatan motorsport di Formula 1 dan memperkuat status olahraganya sebagai laboratorium tercepat untuk mengembangkan dan membuktikan teknologi kinerja masa depan yang berkelanjutan dan terukur.

NORTHAMPTON, ENGLAND - JULY 18: Lewis Hamilton of Great Britain driving the (44) Mercedes AMG Petronas F1 Team Mercedes W12 and Max Verstappen of the Netherlands driving the (33) Red Bull Racing RB16B Honda lead the field into turn one at the start during the F1 Grand Prix of Great Britain at Silverstone on July 18, 2021 in Northampton, England. (Photo by Lars Baron/Getty Images)Mercedes-Benz akan fokus di ajang balap Formula 1 Foto: Getty Images/Lars Baron

Pembelajaran ini akan diwujudkan melalui arsitektur produk masa depan seperti platform AMG.EA, platform listrik kendaraan kinerja khusus yang akan diluncurkan pada tahun 2025, dan proyek-proyek seperti Vision EQXX.

Sementara Mercedes-Benz akan meninggalkan Formula E pada akhir Musim 8, pimpinan grup tim telah memulai mempelajari opsi bagi tim dapat terus bersaing dalam seri selama era Gen 3, termasuk potensi penjualan kepada pemilik baru.

"Di Mercedes-Benz, kami telah berkomitmen dan berupaya memerangi perubahan iklim selama dekade ini. Hal ini menuntut kami untuk mempercepat transformasi perusahaan, produk, dan layanan kami menuju masa depan yang bebas emisi dan berbasis perangkat lunak, dan untuk mencapainya, kami harus memberikan fokus penuh pada kegiatan inti kami," kata Markus Schäfer, Member of the Board of Management of Daimler AG and Mercedes-Benz AG.

"Dalam dunia motorsport, Formula E telah menjadi ajang pembuktian keahlian kendaraan elektrik kami dan membangun brand Mercedes-EQ kami, tetapi di masa depan, kami akan terus mendorong kemajuan teknologi-terutama di sisi penggerak listrik-dengan fokus pada ajang Formula One. Hal ini merupakan sebuah medium di mana kami terus menerus menguji teknologi kami dalam persaingan ketat. F1 menawarkan potensi besar untuk transfer teknologi, seperti yang dapat kita lihat dalam proyek yang sedang berlangsung seperti Vision EQXX," jelas Schäfer.

(lua/lth)