Bukti-bukti Vinales Sengaja Berniat Rusak Motor Yamaha

Tim Detikcom - detikOto
Sabtu, 14 Agu 2021 09:12 WIB
HOHENSTEIN-ERNSTTHAL, GERMANY - JUNE 18:  Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team   
 rounds the bend during the  MotoGP of Germany - Free Practice at Sachsenring Circuit on June 18, 2021 in Hohenstein-Ernstthal, Germany. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Ada beberapa bukti yang memberatkan Maverick Vinales terkait tudingan dia dengan sengaja berniat membuat mesin motor Yamaha jebol (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Hubungan Maverick Vinales dengan Yamaha terus memanas jelas MotoGP Austria. Yamaha menuding rider asal Spanyol itu melakukan beberapa tindakan dengan sengaja yang bisa merusak motor YZR-M1.

Sehari sebelum digelarnya sesi latihan bebas MotoGP Austria, Yamaha mengeluarkan pengumuman mengejutkan. Mereka menarik keikutsertaan Vinales dari balapan di Sirkuit Red Bull Ring.

Yamaha sekaligus mengeluarkan tudingan serius, yang menyebut Vinales telah mencoba melakukan tindakan-tindakan yang bisa saja membuat motor mereka rusak. Insiden tersebut terjadi pada MotoGP Styria.

"Dengan menyesal Yamaha mengumumkan bahwa masuknya Maverick Vinales ke ajang MotoGP Austria akhir pekan ini telah ditarik oleh tim Monster Energy Yamaha MotoGP. Yamaha mengambil kesimpulan, aksi yang dilakukan pebalap membuat motor YZR-M1 rusak berat dan dapat menimbulkan risiko serius kepada pebalap sendiri, serta pebalap lainnya di MotoGP," demikian pernyataan Yamaha beberapa hari lalu.

Yang kemudian menjadi pertanyaan besar, kenapa Vinales sampai melakukan tindakan-tindakan tersebut? Dengan teknologi MotoGP yang semakin canggih, Vinales pastinya sudah tahu kalau semua aksinya terhadap motor akan terekam pada data telemetri.

Selain itu, teknologi penyiaran yang begitu maju juga membuat sepak terjang Vinales bisa tertangkap kamera. Ada puluhan kamera tersebar di sirkuit dan motor untuk bisa menangkap kejanggalan-kejanggalan yang terjadi.

Faktanya, Vinales kemudian 'tertangkap basah' melakukan tindakan-tindakan yang bisa saja membuat M1 jebol. Ada bukti-bukti yang sulit dia sangkal.

Maverick Vinales di konferensi pers jelang MotoGP Portugal 2021 di Sirkuit Portimao, Kamis (15/4)Maverick Vinales dituding sengaja ingin membuat mesin motor Yamaha jebol. Dia dibekukan dari MotoGP Austria akhir pekan ini (Dorna Sports)

Yang pertama terkait isu bahwa dia hanya menggunakan gigi lima di trek lurus start/finis. Ini dia lakukan pada tiga putaran terakhir.

Dari lap 2 sampai lap 24, rata-rata kecepatan Vinales di trek lurus konsisten di kisaran angka 305 km/jam. Yang membuatnya mampu mencatat satu putaran di kisaran waktu satu menit dan 25 detik. Tapi di tiga lap terakhir dia kehilangan waktu sekitar lima detik per lap. Sementara top speed-nya di trek lurus turun 19 km/jam.

Bukti kedua yang lebih sulit disangkal adalah video yang di-upload oleh akun media sosial MotoGP. Dalam video on-board yang diunggah Instagram MotoGP, memang terlihat Vinales beberapa kali menggeber motornya hingga RPM tinggi. Sebelum memasuki pitlane, dia menggeber motornya hingga rev limiter tanpa mengganti gigi sebelum masuk pitlane. Terdengar mesin meraung yang menandakan putaran mesin mencapai limitnya.

Ketika di pitlane, Vinales juga beberapa kali menggeber motornya. Dia menggeber motor sampai limiter sambil mengisyaratkan kekecewaannya.

Ada Apa Di Balik Aksi Nekat Vinales?

Aksi nekat Vinales pada MotoGP Styria lalu diyakini dia lakukan sebagai bentuk kekecewaan atas apa yang terjadi pada motornya. Vinales menyebut tim Yamaha melakukan perubahan setelan di MotoGP Styria.

Akhir pekan lalu Vinales terlihat tak mengalami masalah saat start pertama MotoGP Styria. Namun saat melakukan start kedua (balapan sempat dihentikan karena kecelakaan Dani Pedrosa dengan Lorenzo Savadori) M1 milik Vinales bermasalah dan bahkan gagal ikut warm up lap.

"Saya memiliki putaran pertama yang fantastis. Ketika kami harus kembali ke pit, mekanik mengganti ban dan kopling. Sepeda motor itu tidak bisa dikenali. Saya melepas kopling di warm-up lap dan kemudian motornya mati. Beberapa hal di luar kendali saya," kata Vinales dikutip Speedweek.

Dikutip formulapassion.it, Vinales sebenarnya tidak menginginkan perubahan settingan setelah red flag. Dia sudah nyaman dengan motor yang ia pakai di beberapa lap pertama sebelum red flag. Bahkan, sebelum kecelakaan nahas Dani Pedrosa dan Lorenzo Savadori, Vinales sempat menyalip Quartararo di dua lap pertama. Namun, jeda antara start pertama dan kedua, motor Yamaha M1 tunggangan Vinales diganti ban dan koplingnya.

"Saya tidak memiliki masalah dengan mekanik saya. Namun jika kita berbicara tentang hubungan dengan manajer (Lin Jarvis dan Massimo Meregalli) hingga red flag, akhir pekan saya positif dan saya sangat kuat. Saya berharap masih memiliki motor seperti yang saya miliki sampai gangguan di balapan berikutnya. Saya tidak ingin mengganti ban, saya senang dengan yang sebelumnya, saya spin terlalu banyak dengan (ban) yang baru dan pada akhirnya mesin membayar konsekuensinya," kata Vinales.

Saat sesi latihan pertama MotoGP Austria digelar pada Jumat (13/8) kemarin, Vinales terlihat hanya menonton di tepi lintasan. Di akun Instagramnya, Vinales berjanji akan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di MotoGP Styria secepatnya.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)