Hiks.. Yamaha Sempat Tolak Permintaan Cerai Vinales, Lin Jarvis sampai Nangis

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 04 Jul 2021 09:26 WIB
ASSEN, NETHERLANDS - JUNE 26:  Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team celebrates at the end of the MotoGP qualifying practice during the MotoGP of Netherlands - Qualifying at TT Circuit Assen on June 26, 2021 in Assen, Netherlands. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Maverick Vinales. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Maverick Vinales sudah memutuskan hengkang dari Monster Energy Yamaha usai menuntaskan musim MotoGP 2021. Ayah Top Gun, Angel Vinales, menyebut pabrikan berlambang garpu tala ini sempat menolak permintaan cerai dari Vinales.

Vinales sudah bertarung bersama YZR-M1 sejak tahun 2017. Selama berseragam Yamaha, pebalap Spanyol ini sudah mencatatkan 14 pole, 24 podium, dan 8 kemenangan. Sementara capaian terbaiknya dalam kejuaraan dunia ialah tempat ketiga pada 2017 dan 2019.

Pada musim MotoGP 2021, rekan setimnya, Fabio Quartararo sudah menang empat kali dan kini memuncaki klasemen. Sementara Vinales baru sekali menang (di seri pertama Qatar). Bahkan dia terpuruk di Sachsenring dengan finis terakhir di urutan ke-19 usai start dari posisi 21.

Vinales nyaris sempurna di sepanjang akhir pekan lalu. Dia menguasai latihan bebas MotoGP Belanda. Hasil positif berlanjut ke kualifikasi, tapi Vinales menyudahi balapan sebagai runner-up di belakang Quartararo dengan selisih 2,7 detik.

Alasan utama Vinales cabut dari Yamaha ini adalah naik-turunnya performa. Ini membuat dirinya jengah bertahan di pabrikan Jepang ini.

Sang Ayah mengungkapkan Yamaha sempat menolak permintaan Vinales. Bahkan sang Managing Director, Lin Jarvis sempat menitiskan air mata.

"Keputusan ini atas kesepakatan bersama. Awalnya Yamaha tidak mau. Lin (Jarvis) menangis dan segalanya. Dia tidak percaya, tapi ini (keputusan Maverick Vinales) sudah dipikirkan sejak lama," kata Angel Vinales dikutip dari Diario AS, Sabtu (3/7/2021).

Lebih lanjut dia bercerita YZR-M1 tak cocok dengan gaya balap Vinales. Menurutnya motor terlalu lembut, dan membutuhkan tingkat kekakuan yang lebih.

"Motor itu dirakit untuk Jorge Lorenzo dan Fabio Quartararo. Motor itu bagai mantequilla (margarin). Maverick butuh motor yang lebih kaku, karena ia mirip Marc. Mereka menyerang dengan agresif demi mengeksploitasi potensi," ujar Angel.

Keputusan cerai Maverick Vinales pun bukan dari hasil terpuruk di Sachsenring. Di mana Vinales finis terakhir di urutan ke-19 usai start dari posisi 21.

"Manajemen teknis tak dijalankan dengan baik. Mereka tak tahu cara memberi Maverick apa yang ia mau dan ia juga tak tahu cara mengendarai motor itu 100%. Perpisahan ini terjadi akibat akumulasi banyak hal," lanjut Angel.

Vinales angkat koper dari Yamaha, namun dia mengakui bukan berarti YZR-M1 yang buruk. Hanya saja dia merasa tidak nyetel dengan motor yang mengatarkannya jadi juara di MotoGP Qatar 2021 ini.

"Maverick tidak pergi karena motor itu buruk, melainkan karena Yamaha tak memberinya motor yang harusnya menjadi miliknya dan dia pun tidak bisa adaptasi dengan motor Yamaha," pungkas Angel.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)