Rekor Kecepatan KTM Bisa Samai Ducati, Berkat Bensin dan Slipstream

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 16 Jun 2021 08:08 WIB
PORTIMAO, PORTUGAL - APRIL 17: Brad Binder of South Africa and Red Bull KTM Factory Racing lifts the front wheel during the MotoGP of Portugal - Qualifying at Autodromo Internacional Do Algarve on April 17, 2021 in Portimao, Portugal. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Brad Binder menyamai rekor kecepatan Zarco. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Di ajang MotoGP, Ducati terkenal sebagai motor dengan kecepatan paling tinggi. Bahkan, belum lama ini Johann Zarco yang menunggangi Ducati Desmosedici memecahkan rekor kecepatan baru.

Pembalap Pramac Racing itu mencetak rekor kecepatan tertinggi 362,4 km/jam di FP4 GP Qatar 2021. Johann Zarco memanfaatkan slipstream secara optimal di sesi latihan bebas keempat dan melakukan pengereman terlambat (late braking) di saat yang sama. Hasilnya, Ducati Desmosedici Johann Zarco tembus 362,4 km/jam di trek lurus satu kilometer di Sirkuit Internasional Losail.

Rekor kecepatan MotoGP tersebut juga bisa diraih oleh motor KTM. Pebalap KTM Brad Binder memecahkan rekor kecepatan yang persis sama dengan Johann Zarco di sirkuit Mugello, Italia.

Dikutip Speedweek, sasis baru dan bahan bakar segar adalah dua faktor yang membuat KTM melaju secepat Ducati.

Pembalap Afrika Selatan di tim pabrikan KTM memecahkan rekor di sesi latihan bebas ketiga di Mugello dan menyamakan kecepatan 362,4 kilometer per jam yang telah ditetapkan Zarco dari tim Pramac Racing dengan Ducati Desmosedici-nya. Binder diuntungkan oleh bahan bakar balap baru dari ETS-Racing-Fuels serta slipstream. Buat yang belum tahu, slipstream adalah teknik yang digunakan oleh pebalap dengan memanfaatkan momen dan area tertentu untuk 'mencuri angin' dari pebalap di depannya. Teknik slipstream memanfaatkan area dengan tekanan udara lebih rendah di belakang pebalap lain demi mengurangi hambatan.

"Sangat keren ketika saya melihat peringkat kecepatan tertinggi. Kerja keras mereka (KTM) di pabrik akhirnya membuahkan hasil. Anda menginvestasikan ribuan jam dalam pekerjaan untuk membuat mesin yang begitu kuat. Tapi bahan bakar juga membuat kami sedikit lebih cepat di trek lurus," kata Binder.

"Saya tidak terlalu memikirkannya, karena saya lebih suka jika kami bukan berakhir di kecepatan tertinggi, tetapi di depan dalam balapan."

Selain bahan bakar, banyak yang berubah pada sasis motor MotoGP KTM. Motor tunggangan Brad Binder itu mengalami perubahan terutama di bagian swing arm.

"Saya tidak merasakan perbedaan besar. Beberapa akhir pekan lebih baik, yang lain lebih buruk. Tapi kami melakukan pekerjaan rumah kami dan akan terus bekerja keras," katanya.

Sekilas tentang motor MotoGP KTM, motor itu menggendong mesin 1.000cc empat silinder dengan konfigurasi mesin berbentuk V. Tenaga dari mesin itu mampu mencapai lebih dari 265 daya kuda. Di atas kertas, kecepatan maksimalnya bisa lebih dari 340 km/jam, tapi terbukti rekor terbaru mencapai 362,4 km/jam.

Mesin mampu berteriak hingga 18.500 rpm. Mesin V4 1.000 cc itu dikawinkan dengan transmisi seamless shift.

KTM RC16 memiliki tangki bahan bakar dengan kapasitas 22 liter. Sistem pembuangan hasil pembakaran mesinnya didukung oleh knalpot Akrapovic.

Motor KTM RC16 dibekali sistem elektronik dari Magneti Marelli. Di dalamnya ada fitur elektronik seperti Drive-by-Wire, Engine Braking, Quickshifter, Traction Control, Wheelie Control, Pit Lane Limiter, dan Launch Control.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)