Ini yang Dirasakan Quartararo saat Ritsleting Baju Balapnya Terbuka

Tim detikcom - detikOto
Senin, 07 Jun 2021 20:42 WIB
Yamaha French rider Fabio Quartararo rides during the fourth MotoGP free practice session of the Moto Grand Prix de Catalunya at the Circuit de Catalunya on June 5, 2021 in Montmelo on the outskirts of Barcelona. (Photo by LLUIS GENE / AFP)
Fabio Quartararo. Foto: AFP/LLUIS GENE
Jakarta -

Pebalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo menuai kontroversi di MotoGP Catalunya 2021. Pebalap asal Prancis itu melanjutkan balapan meski baju balapnya terbuka.

Hal itu bertentangan dengan regulasi MotoGP yang mengharuskan setiap pebalap menggunakan perlengkapan keselamatan dengan benar selama di lintasan. Quartararo akhirnya menerima penalti.

Quartararo sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa baju balapnya terbuka saat balapan masih berlangsung. Dia menyadari baju balapnya terbuka saat balapan tinggal lima lap lagi.

"Saya mencoba untuk menutupnya lagi. Saya tidak bisa melakukannya, sampai setelah akhir balapan. Alpinestars sedang menyelidiki apa yang terjadi. Begitulah yang terjadi," kata Quartararo dikutip GP One.

Meski sempat terbuka, Quartararo mengaku baju balapnya bisa ditutup lagi. Setelah finis, ia langsung menutup ritsleting baju balapnya dan bisa ditutup dengan normal.

"Saat Anda dalam balapan, Anda hanya mencoba untuk berkendara dengan normal, dan itu tidak mudah dengan setelan Anda terbuka," katanya.

Apa yang dirasakan Quartararo saat baju balapnya terbuka? Yang pasti angin yang menerjang bikin tambah berat.

"Di trek lurus, tubuh saya bergerak mundur. Itu tidak mudah, tetapi saya tidak memikirkan apa pun selain naik podium, yang kemudian saya dapat penalti. Itu aturannya, tapi menurut saya itu terlalu berlebihan," ucapnya.

Belum diketahui pasti penyebab baju balap Quartararo terbuka. Menurut The Race, kemungkinan baju balap Quartararo terbuka disebabkan oleh ritsleting tidak tertutup sepenuhnya ketika balapan dimulai. Hal itu membuat angin masuk ke bawah leher dan perlahan membuka ritsleting. Pada gilirannya, pelindung dada atau chest protector yang terdapat di dalam baju balap bergerak. Akhirnya Quartararo melepas pelindung dada tersebut.

Spekulasi lain, menurut komentator MotoGP, Steve Day, perangkat keselamatan atau airbag dari kostum balap Quartararo bermasalah dan tiba-tiba aktif. Menurutnya Quartararo kemungkinan merasa kesempitan hingga harus membuka ritsleting bagian depan dari kostumnya dan melempar pelindung dada atau chest protector-nya.

Karena insiden ini, Quartararo diberi hukuman penalti tiga detik. Hal itu membuat posisi finisnya turun ke urutan enam. Quartararo dinilai melanggar aturan Pasal 2.4.5.2 FIM World Championship Grand Prix.

"Selama balapan MotoGP Catalunya, anda terlihat berkendara dengan ritsleting baju balap tak terpasang dengan benar dan tanpa pelindung dada yang diperlukan," bunyi pernyataan panel pengawas FIM MotoGP dalam surat kepada Quartararo.

"Ini merupakan pelanggaran Pasal 2.4.5.2 aturan FIM World Championship Grand Prix. Karena alasan-alasan tersebut, panel pengawas FIM MotoGP menjatuhkan penalti tiga detik dalam hasil balapan di MotoGP Catalunya," jelas pernyataan tersebut.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)