Ikut Balapan MotoGP, Ini Biaya yang Dibutuhkan

Tim detikcom - detikOto
Sabtu, 10 Apr 2021 20:12 WIB
DOHA, QATAR - MARCH 28:  The MotoGP riders start from the grid during the MotoGP race during the MotoGP of Qatar - Race at Losail Circuit on March 28, 2021 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Biaya mahal motor MotoGP. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

MotoGP merupakan balapan motor bergengsi di dunia. Tak bisa sembarangan untuk bisa mengikuti balapan MotoGP. Harga mahal pun harus dibayar jika ingin mengikuti balap MotoGP. Berapa harganya?

Mengutip laman Box Repsol, biaya yang dibutuhkan untuk ikut MotoGP tak sedikit. Harga mesin motor kelas MotoGP saja mencapai 200.000 euro sampai 250.000 euro (Rp 3,4 miliar sampai Rp 4,3 miliar).

Tim bisa menyewa motor balap MotoGP paket lengkap dengan biaya hingga 2 juta euro (Rp 34,7 miliar) per musim untuk tim satelit. Harga tersebut sudah termasuk dua motor yang dibutuhkan, serta peningkatan yang dikembangkan tapi tanpa suku cadang.

Tim pabrikan, di sisi lain, biasanya menghabiskan total biaya 3 juta euro (Rp 52 miliar) untuk mengembangkan motor balap.

Biaya yang tinggi ini disebabkan oleh komponen yang mahal. Sistem elektronik motor MotoGP bisa menghabiskan lebih dari 100.000 euro (Rp 1,7 miliar) dengan sensor, kabel dan panel.

Sistem pengereman juga cukup mahal. FIM membatasi harga kit rem depan sebesar 70.000 euro (Rp 1,2 miliar) belum termasuk pajak. Itu sudah termasuk tiga pasang kaliper, tiga silinder, 10 cakram karbon dan 28 kampas rem.

Suku cadang, perjalanan berpindah-pindah negara penyelenggara MotoGP, personel, juga membutuhkan biaya yang sangat besar. Salah satu biaya tertinggi dan paling penting adalah ban. Sepeda motor MotoGP memiliki ban khusus untuk setiap sirkuit, dengan senyawa yang dibuat khusus untuk kompetisi. Untuk memasok ban ke semua tim MotoGP, Michelin harus merogoh kocek lebih dari 1,2 juta euro (Rp 20,8 miliar) di setiap GP.

Serat karbon yang digunakan untuk membuat fairing dan sejumlah besar komponen harganya sekitar 2 euro (Rp 34,786) per 100g. Baja, sebagai perbandingan, hanya berharga € 0,2 per 100g. Bahan lain bahkan lebih mahal, misalnya magnesium yang digunakan pada pelek. Setiap pelek yang terbuat dari bahan ini memiliki harga total € 4.000 (Rp 69,5 juta).

Biaya perjalanan sekitar € 1.200 (Rp 20 juta) untuk setiap anggota tim MotoGP per seri. Ini berarti biaya perjalanan hampir € 700.000 (Rp 12 miliar) untuk tim yang terdiri dari 30 orang dalam satu musim 19 balapan. Ini tanpa memperhitungkan bahwa pemimpin tim, pebalap, dan manajer mungkin terbang dengan kelas yang lebih tinggi.

Staf hospitality juga merupakan kunci dari acara tersebut yang menelan biaya lebih dari 600.000 euro (Rp 10,4 miliar) per musim. Itu belum termasuk biaya transportasi, kendaraan dan lainnya. Jika menjumlahkan semua item ini, biayanya lebih dari 2 juta euro.

Biaya yang mahal juga harus dibayarkan jika pebalap terlibat kecelakaan selama balapan. Benturan yang tak begitu keras namun menyeret motor di satu sisi memerlukan biaya antara 15.000 euro sampai 20.000 euro (Rp 260 juta-Rp 347 juta). Biaya itu untuk memperbaiki cover, footrest, tuas-tuas, rem belakang atau elemen lain yang mungkin rusak.

Kecelakaan parah setelah motor MotoGP terbalik dapat menelan biaya € 100.000 (Rp 1,7 miliar) untuk memperbaiki ban, cakram rem, suspensi, radiator, dan sensor. Namun ini lebih baik daripada benturan yang dapat merusak bagian-bagian penting dari motor. Jika ada kerusakan pada swingarm, sasis, elektronik internal, tangki bahan bakar, atau mesin, perbaikan dapat dengan mudah mencapai setengah juta euro (Rp 8,6 miliar).



Simak Video "Raih Pole Position di MotoGp Andalusia, Quartararo 'Asapi' Bintang Yamaha"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)