Pecundangi Joan Mir, Seberapa Cepat Rudal Ducati Bisa Melesat?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 29 Mar 2021 08:23 WIB
Ducati Johann Zarco Pecahkan Rekor Kecepatan, Tembus 362,4 Km/Jam
Ducati Johann Zarco Pecahkan Rekor Kecepatan, Tembus 362,4 Km/Jam. Foto: MotoGP.com.
Jakarta -

Joan Mir merasa dimangsa dua rudal Ducati jelang garis finis di MotoGP Qatar. Juara dunia MotoGP 2020 itu dipecundangi dua pebalap Ducati di trek lurus menjelang finis.

Mir sebenarnya masih bisa berada di posisi dua saat keluar dari tikungan terakhir. Tapi dia sudah terlanjur kehilangan momentum saat melaju di lintasan lurus menuju garis finis. Dua pebalap Ducati, Johann Zarco dan Francesco Bagnaia seakan dengan mudah menyalip Joan Mir di lintasan lurus.

Motor Ducati Desmosedici memang terkenal kencang di lintasan lurus. Buktinya, Johann Zarco baru saja memecahkan rekor kecepatan tertinggi di MotoGP, mencapai 362,4 km/jam di trek lurus satu kilometer di Sirkuit Internasional Losail saat FP4.

Seperti apa spesifikasi motor Ducati MotoGP sampai-sampai terkenal dengan ketangguhan di trek lurus?

Secara spesifikasi di atas kertas, Ducati Desmosedici GP21 menggendong mesin Desmodromic V4 90 derajat berpendingin cairan DOHC empat katup per silinder. Mesin itu memiliki kapasitas 1.000 cc.

Mesin hadir dengan sistem pengabutan indirect electronic injection dengan empat throttle body. Throttle dioperasikan dengan sistem Ride by Wire ganda.

Mesin yang dikawinkan dengan transmisi Ducati Seamless Transmission, chain final drive ini mampu menyemburkan tenaga hingga 250 daya kuda. Kecepatan maksimalnya bisa lebih dari 350 km/jam. Rekor terbaru tercatat mencapai 362,4 km/jam yang dipecahkan Johann Zarco.

Untuk balapan MotoGP, motor Ducati menggunakan bensin Shell Racing V-Power. Pelumasnya memakai Shell Advance Ultra 4. Motor ini juga didukung sistem knalpot Akrapovic.

Beralih ke sektor pengendalian, Ducati Desmosedici GP21 dibekali frame aluminium alloy twin-spar. Di depan terdapat suspensi terbalik dari Ohlins dengan outer tubes karbon. Sementara di bagian belakang ada shock absorber dari Ohlins yang bisa disesuaikan preload dan damping.

Ducati Desmosedici menggunakan ban Michelin berukuran 17 inci di depan dan belakang. Soal pengereman, di depan ada rem Brembo dengan piringan karbon 340 mm dan kaliper empat piston, sedangkan di belakang ada piringan stainless steel dengan kaliper dua piston.

Sementara Suzuki GSX-RR yang menjadi tunggangan Joan Mir mengusung mesin 1.000 cc empat silinder segaris dengan empat katup per silinder, berpendingin cairan DOHC. Mesin itu mampu menyemburkan tenaga hingga 240 daya kuda. Kecepatan maksimalnya bisa mencapai lebih dari 340 km/jam.

Mesin dikawinkan dengan transmisi seamless enam percepatan. Sisa pembakaran dari mesin akan dibuang melalui knalpot titanium Akrapovic.

Suzuki GSX-RR mengusung sasis Twin Spar aluminium. Mendukung kestabilan ada suspensi depan terbalik dari Ohlins dan swingarm belakang yang juga disokong Ohlins.

Untuk pengereman, Suzuki GSX-RR mengusung rem karbon Brembo dengan diameter 320 mm atau 340 mm. Untuk balapan basah, Suzuki menyediakan piringan rem baja. Untuk alasan keselamatan, motor MotoGP wajib memiliki pelindung tuas rem dan tidak diperkenankan menggunakan anti-lock brake system (ABS).



Simak Video "Aksi Sandiaga Uno Jajal Mini Triatlon di Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)