Quartararo Kenang Pernah Tidur di Truk, Tempuh Ribuan Kilometer buat Balapan!

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 27 Jan 2021 12:20 WIB
Frances Fabio Quartararo sits on his Yamaha prior to the start of the Aragon Motorcycle Grand Prix at the Motorland circuit in Alcaniz, Spain, Sunday, Oct. 18, 2020. (AP Photo/Jose Breton)
Fabio Quartararo. Foto: AP/Jose Breton
Jakarta -

Fabio Quartararo senang bukan main bisa digandeng tim pabrikan Yamaha pada musim MotoGP 2021. Tapi rider muda asal Prancis ini langsung mengingat masa-masa perjuangannya.

Quartararo jadi pebalap Prancis pertama dalam 21 tahun yang juara di kelas premier MotoGP. Sebelum Quartararo, rider Prancis terakhir yang naik podium tertinggi di MotoGP adalah Regis Laconi di Valencia pada 1999.

Kemenangan pertama rider berusia 21 tahun kelas premier ini tercatat pada MotoGP Spanyol 2020. Ini, juga jadi momen berkesan bagi Fabio Quartararo.

"Langsung menang balapan (musim baru) jelas membebaskan saya. Itu adalah momen luar biasa yang sudah saya tunggu-tunggu sejak saya masih kecil. Dan kemudian, begitu saya melewati garis finis, ada banyak emosi karena tidak ada orang Prancis yang menang selama lebih dari 20 tahun," tutur Quartararo seperti dikutip dalam situs MotoGP, Rabu (27/1/2021).

Euforia Quartararo pun tak bisa dibendung, ia bahkan mentato lengannya dengan gambar kemenangan perdananya di Spanyol.

[Gambas:Instagram]




"Jauh di lubuk hati, saya tahu itu (menang balapan) akan terjadi suatu hari, mengingat cara saya bekerja. Tetapi tiga tahun lalu, tampaknya tidak mungkin dan saya berada dalam momen yang rumit dalam karier saya," ucap Quartararo.

"Tiba-tiba, saya mengingat kembali semua pengorbanan yang dilakukan selama masa kecil saya untuk sampai ke sana. Ayah saya dan saya melakukan perjalanan (sepanjang) ribuan kilometer antara Nice dan Spanyol ketika saya tidur di lantai truk sedangkan dia mengemudi. Ini adalah ingatan yang tiba-tiba muncul di pikiran (saya)," sambung dia.

Momen lain yang tak bisa dilupakan, ialah kemenangan kedua di Andalusia. Saat itu pula ia berdiri di podium dengan idolanya, Valentino Rossi.

"Sangat menyenangkan ketika dia (Rossi) datang untuk memberi selamat setelah kemenangan kedua saya. Jika saya diberitahu hal itu beberapa tahun yang lalu, saya tidak akan mempercayainya," ujarnya.

Petronas Yamaha SRT's French rider Fabio Quartararo (L) is congratulated by Monster Energy Yamaha's Italian rider Valentino Rossi after winning the MotoGP race during the Andalucia Grand Prix at the Jerez race track in Jerez de la Frontera on July 26, 2020. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)Rossi ucapkan selamat kepada Quartararo Foto: AFP/JAVIER SORIANO

Pekan lalu, Fabio Quartararo pun sudah berkunjung ke markas Yamaha di Lesmo Italia. Dalam foto yang dibagikan Yamaha, ia nampak ditemani dengan Lin Jarvis dan Massimo Meregalli.

Kala itu rider Prancis ini diajak bertemu dengan motor YZR-M1 lansiran tahun 2004. Sebuah motor bermesin crossplane yang sukses mengantarkan Rossi jadi juara dunia.

"Ini sepeda motor pertama yang saya ingat. Saat itulah saya seperti, suatu hari saya ingin menjadi pebalap," kenang El Diablo.



Sekarang, perhatian beralih dari memenangkan balapan ke gelar juara dunia.

Quartararo memulai babak baru dalam karir mudanya dengan seragam biru muda dari tim Monster Energy Yamaha MotoGP, jawaban pebalap berusia 21 tahun itu sederhana ketika ditanya di mana dia melihat dirinya dalam waktu sepuluh tahun: "Juara Dunia MotoGP," singkatnya.



Simak Video "Balada Quartararo: Manis-manis Dahulu, Pahit Kemudian"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)