Dovizioso Ungkap Sosok yang Bikin Cerai dari Ducati

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 11 Jan 2021 07:19 WIB
ALCANIZ, SPAIN - OCTOBER 16:  Andrea Dovizioso of Italy and Ducati Team  speaks  in box during the free practice for the MotoGP of Aragon at Motorland Aragon Circuit on October 16, 2020 in Alcaniz, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Andrea Dovizioso Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta -

Andrea Dovizioso sudah tak lagi jadi rider Ducati. Jika biasanya ia cenderung diam, kini pebalap asal Italia itu blak-blakan soal sosok yang tak menginginkannya di pabrikan asal Italia itu.

Selama berkarier 8 tahun di Ducati, capaian terbaik Dovi adalah menjadi runner-up kejuaraan dunia di tiga musim beruntun pada 2017-2019. Rider ini bisa dibilang pebalap terbaik Ducati usai ditinggal Casey Stoner.

Jalan buntu antara Ducati dengan Dovizioso rumornya adalah masalah gaji. Kontrak Dovizioso di Ducati habis pada akhir musim 2020 lalu. Rumornya karena mentok masalah kesepakatan bayaran, di mana pabrikan Italia tak bisa memenuhi permintaan pebalapnya tersebut.

Setidaknya itu yang selama ini diketahui publik. Tapi ternyata duduk perkaranya bukan itu, melainkan perselisihan antara dirinya dengan Dall'Igna, Manajer Umum Ducati. Ia merasa tak lagi diajak untuk melakukan pengembangan motor.

"Bagaimana hubungan dengan Gigi? Nol," aku Dovizioso kepada Gazzetta dello Sport.

"Di tahun-tahun sebelumnya hanya 30 persen, kemudian sejak Jorge Lorenzo datang pada 2017 - dalam perdebatan dan saling melawan satu sama lain - timku menjadi sedikit terisolasi."

"Kami tidak lagi membicarakan tentang pengembangan motor, tidak lagi menggelar pertemuan untuk mengembangkannya. Padahal di Ducati ada potensi untuk melakukannya, karena kompetensi dan (level)skill-nya sangat tinggi. Dari delapan tahun itu, itu satu-satunya hal yang membuatku marah karena kami seharusnya bisa berbuat lebih. Gigi dan aku tidak pernah berbicara dengan kalem sejak 2017," jelas Dovizioso.

Tim MotoGP DucatiGigi Dall'igna Foto: Dok. Lenovo

Puncaknya pada musim 2019, boro-boro ditawari kontrak. Ia bahkan belum paham kenapa Ducati tak ingin rider asal Forli itu tampil lagi bersama Desmosedici GP.

"Gigi bilang bahwa dia tahu kalau itu sudah berakhir sejak pertemuan di 2019 di antara Sachsenring dan Austria. Itu seharusnya menjadi technical meeting, tapi kami memiliki banyak ide yang berbeda, ada gesekan dan kami menginginkan untuk bertemu dengan seluruh mekanik," lanjut Dovizioso.

"Pertemuan itu pada awalnya memang technical meeting tapi kemudian berakhir dengan konfrontasi di antara kami berdua. Gigi merasa diserang dan kalah. Kurasa di momen itulah dia kemudian menutup peluangnya, tapi dia melakukannya secara diam-diam dan apa yang dia katakan memastikannya."

"Dia bilang aku menginginkan ini-itu. Semuanya bohong. Tidak pernah ada tawaran, tidak pernah ada negosiasi. Aku masih tidak tahu mengapa mereka tidak lagi menginginkanku. Tapi apa yang sudah mereka katakan adalah konfirmasi untuk Dall'Igna bahwa semuanya sudah tamat setelah pertemuan di 2019 itu," tambah Dovizioso.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)