Jelang MotoGP Eropa

Nah Lho! Yamaha Diinvestigasi karena Diduga Pakai Mesin Ilegal

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 06 Nov 2020 08:23 WIB
BARCELONA, SPAIN - SEPTEMBER 25: Franco Morbidelli of Italy and Petronas Yamaha SRT leads Valentino Rossi of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP Team during the free practice of the MotoGP of Catalunya at Circuit de Barcelona-Catalunya on September 25, 2020 in Barcelona, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Motor Yamaha di MotoGP diduga pakai mesin ilegal. Yamaha diselidiki. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Yamaha di MotoGP sedang diselidiki karena diduga menggunakan mesin MotoGP ilegal selama balapan MotoGP Spanyol di Jerez beberapa waktu lalu. Kabar ini diembuskan oleh laman Autosport jelang digelarnya MotoGP Eropa akhir pekan ini.

Pada awal musim MotoGP 2020, Yamaha memang dilanda masalah teknis. Valentino Rossi dan Franco Morbidelli sempat gagal finis gara-gara mesin motornya bermasalah di dua balapan yang digelar di Jerez. Analisis yang dilakukan pada saat itu mengaitkan masalah pada katup dari pemasok sekunder.

Autosport melaporkan, karena aturan pembekuan mesin, Yamaha tidak dapat membuka segel mesinnya untuk sepenuhnya memperbaiki hal ini. Meski, Yamaha sempat meminta dengan alasan keamanan untuk melakukan hal ini ke pabrikan lain, tapi membatalkan permintaan tersebut. Untuk mengatasinya, sejak balapan di Jerez, diketahui bahwa pebalap Yamaha menggunakan mesin yang sedikit dibatasi demi menghindari masalah berulang.

BRNO, CZECH REPUBLIC - AUGUST 09: Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team  leads Valentino Rossi of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP Team during the MotoGP race during the MotoGP Of Czech Republic at Brno Circuit on August 09, 2020 in Brno, Czech Republic. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Yamaha diinvestigasi karena diduga menggunakan mesin ilegal. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Kini, Yamaha sedang diselidiki karena diduga menjalankan mesin untuk balapan, padahal mesin sampel yang diserahkan ke direksi teknis MotoGP untuk homologasi tidak terdapat katup. Yamaha belum mengomentari penyelidikan tersebut.

Jika terbukti bersalah, sanksi bisa berdampak besar pada harapan juara Yamaha. Padahal, tiga pebalap Yamaha seperti Quartararo, Vinales, dan Morbidelli memiliki selisih poin yang tipis dengan pemimpin klasemen saat ini.

Keempat pebalap Yamaha telah membuka lima mesin yang dialokasikan musim ini. Vinales dinilai paling kesulitan karena menggunakan mesin keempat dan kelima dengan jarak tempuh yang paling jauh. Jika Vinales terpaksa membuka segel mesin keenam dalam tiga balapan terakhir, pebalap asal Spanyol tersebut harus start dari pitlane.



Simak Video "Tepuk Tangan Perpisahan Mir hingga Dovi untuk Cal Crutchlow"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)