MotoGP: Suspensi Baru Ohlins Bikin Suzuki Makin Kompetitif?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 24 Okt 2020 09:24 WIB
ALCANIZ, SPAIN - OCTOBER 17: Alex Rins of Spain and Team Suzuki ECSTAR rounds the bend  during the qualifying for the MotoGP of Aragon at Motorland Aragon Circuit on October 17, 2020 in Alcaniz, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Pebalap Suzuki, Alex Rins. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Tiga pebalap MotoGP yang naik podium di Aragon akhir pekan lalu menggunakan shock breaker terbaru Ohlins, BDB50. Suspensi baru Ohlins tersebut dipercaya menambah kestabilan motor sehingga pebalap bisa melakukan putaran dengan cepat.

Diberitakan Speedweek, Ohlins membawa shock breaker baru tersebut ke Sepang, Malaysia pada saat tes pramusim Februari. Namun, sulit meyakinkan para insinyur dari tim MotoGP untuk memasang suku cadang baru tersebut. Di masa lalu, tim mengembangkan dan menguji motor balap mereka pada lebih dari enam kali tes pramusim. Saat ini program pengujian sangat padat, dan para teknisi enggan menguji suku cadang baru yang dapat membuat motor balap tidak seimbang.

Suzuki bersama dua pebalapnya, Joan Mir dan Alex Rins cukup sering menggunakan shock breaker Ohlins baru musim ini. Pabrikan lain yang menggunakan suspensi Ohlins seperti Aprilia, Honda, Ducati, dan Yamaha enggan mencoba shock breaker Ohlins terbaru BDB50.

"Saat ini tim harus menguji sejumlah besar kombinasi sasis dan mesin. Di akhir tes tiga hari, ketika semua orang sudah lelah, mereka mendatangi kami dan ingin mencoba shock breaker baru juga," kata Mats Larsson, Manajer Balap di Öhlins dan insinyur sasis sejak 1980-an.

"Tim Suzuki adalah yang pertama mengenali potensi shock breaker baru. Tapi mereka juga butuh waktu. Mereka mendapatkan hasil yang bagus pada test drive, tetapi para insinyur balapan tidak mempercayai waktu putaran dan tidak ingin beralih ke shock breaker baru, meskipun itu jelas lebih baik. Itu sering terjadi," jelas Larsson.

Untuk diketahui, suspensi memiliki tugas yang vital untuk motor balap. Karakter sasis yang dikendalikan oleh komponen itu memberikan geometri sasis yang tepat. Hal itu diperlukan agar motor dapat berbelok dan berakselerasi dengan keras saat keluar dari tikungan.

Suspensi harus bereaksi terhadap semua gaya yang terjadi. Kadang-kadang ini bukan cuma tentang gaya redaman, tetapi juga tentang seberapa cepat atau lambat gaya redaman terbentuk.



Simak Video "Tepuk Tangan Perpisahan Mir hingga Dovi untuk Cal Crutchlow"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)