Senin, 14 Sep 2020 20:45 WIB

Tak Naik Podium, Dovizioso Salahkan Ban

Rizki Pratama - detikOto
VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 15:  Andrea Dovizioso of Italy and Ducati Team looks on in box during the MotoGP Of Valencia - Free Practice at Ricardo Tormo Circuit on November 15, 2019 in Valencia, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Dovizioso tidak nyaman pakai ban MotoGP 2020. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Andrea Dovizioso gagal menaiki podium di MotoGP San Marino dan harus puas finis di urutan ke-7. Kendati bertengger di posisi puncak klasemen sementara MotoGP 2020, pebalap Ducati ini ragu bisa mempertahankannya hingga akhir musim.

Alasan utama Dovi merasa demikian adalah ban Michelin yang digunakan di musim ini. Menurutnya ban tersebut mempengaruhi motor dan gaya berkendaranya.

"Dalam motorsport kita semua harus beradaptasi dengan apa yang kita miliki, faktanya adalah ban ini telah menciptakan kejuaraan yang sangat aneh, itu mengubah segalanya dan ini adalah fakta. Ini berlaku untuk semua orang, tetapi kami harus beradaptasi dan itu tidak mudah," ujar Davizioso.

Ia sendiri mengaku tak menyangka dapat menjadi pemimpin klasemen sementara dengan ban ini. Kendati berada di atas, data statistik setiap balapan menunjukkan angka yang menurut Dovi tidak memuaskan.

"Aneh rasanya menjadi pemimpin poin, tapi bagi saya itu menegaskan bahwa semuanya tergantung pada ban ini. Lihat balapan saya sejauh ini, berapa kali saya benar-benar cepat dan kompetitif musim ini? Sangat sedikit. Saya pertama dengan keunggulan enam poin, bagi saya itu konfirmasi bahwa semuanya tergantung pada ban," lanjutnya.

Ban yang membuat kompetisi musim ini sulit ditebak menyebabkan Dovi cukup was-was. Hampir setiap balapan ada orang baru yang naik podium.

"Kejuaraan akan tetap ketat, ada banyak pembalap cepat, dan banyak dari mereka bisa menang. Banyak pembalap sekarang bisa naik podium, banyak yang telah berkembang dibandingkan dengan masa lalu. Segalanya akan berubah dengan cepat dari trek ke trek ini akan menjadi kejuaraan yang gila sampai akhir," kata Dovi.

Terlepas dari sumpah serapah Dovi pada ban, Pecco Bagnaia justru bersinar dan finis di urutan ke-2 dengan motor dan ban yang sama. Menanggapi hal ini, Dovi tetap mengacu pada data.

"Ketika ada pembalap yang mencapai hasil yang lebih baik dari saya, saya melihat data tentang apa yang terjadi. Ada beberapa ide. yang pertama adalah bagaimana pun anda dapat meniru pengendara lain, anda tidak akan pernah bisa menjadi dia. Kedua, mengubah pendekatan dan cara berkendara itu tidak mudah. Saya selalu mempelajari data tetapi akhirnya, anda hanya akan melaju dengan sangat baik jika anda dapat mengekspresikan cara anda mengendarai sepeda motor hingga batasnya," papar Dovi

"Cara Anda mengendarai dengan ban ini tidak bekerja dengan cara saya yang biasa dan bahkan jika saya tahu saya harus melakukan hal-hal yang mungkin saya tidak bisa. Perlu perubahan yang tidak segera, itu tidak wajar," pungkasnya.



Simak Video "Dovizioso Masih Tertatih-tatih"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com