Alex Rins: Sudah Tau Remnya Blong, Vinales Kok Malah Lanjut Balapan

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 24 Agu 2020 19:16 WIB
SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 21:  Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team rounds the bend during the MotoGP Of Styria - Free Practice at Red Bull Ring on August 21, 2020 in Spielberg, Austria. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Maverick Vinales Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Spielberg -

Pebalap Suzuki Ecstar, Alex Rins heran dengan sikap Maverick Vinales dalam seri MotoGP Styria, Minggu (23/8/2020). Vinales sempat melambaikan tangan sebelum insiden rem blong terjadi dan membakar motor YZR-M1 miliknya.

Insiden itu terjadi ketika balapan MotoGP Styria 2020 tersisa 12 lap lagi. Maverick Vinales terjatuh dari motor saat sedang melaju dengan kecepatan 230 km per jam di akhir trek lurus menjelang Turn 1. Red Flag pun dikibarkan, balapan tertunda selama beberapa menit. Kendala itu pun diakui Vinales sudah muncul sejak lap keempat.

Alex Rins yakin masalah Vinales datang karena dia tidak menggunakan bantalan Brembo baru dan kaliper yang dibawa untuk balapan Red Bull Ring (MotoGP Styria), menyusul banyak masalah panas berlebih dengan rem di GP Austria.

"Masalah yang Maverick miliki, jika saya tidak salah, balapan terakhir (MotoGP Austria) semua pembalap mendapat kampas rem dan kaliper yang sangat panas," kata Rins setelah finis di urutan keenam di MotoGP Styrian seperti dikutip Autosport, Senin (24/8/2020).

Pebalap Suzuki itu mengatakan sikap Vinales yang terus balapan sambil bertahan dengan masalah remnya bakal dibahas dalam pertemuan Komisi Keselamatan. Padahal, kata Rins, Joan Mir juga menggunakan bantalan rem yang sama dengan Vinales.

"Satu-satunya yang belum memasang bantalan rem baru ini adalah [Joan] Mir dan Maverick, yang menggunakan kampas rem dengan ukuran yang lebih kecil," kata Rins.

"Tapi jika Maverick sudah tahu selama beberapa lap bahwa dia kehabisan rem dan itu sebabnya dia mengangkat tangannya, normalnya dia masuk pit lebih awal. Saya tidak mengerti mengapa dia balapan terus.Kami pasti akan membahasnya pada pertemuan Komisi Keamanan berikutnya." jelas Alex Rins.

Kegagalan pengereman pada motor M1 merupakan situasi yang mengkhawatirkan dan juga berbaha bagi pebalap. Untuk diketahui, di dunia MotoGP rem adalah komponen paling kuat. Lebih kuat dibanding mesin.

Jika dihitung dengan satuan daya kuda, rem motor MotoGP memiliki tenaga sekitar 590 tenaga kuda, atau lebih dari dua kali lipat tenaga mesin MotoGP. Soal suhu sistem pengereman, justru rem harus berada di temperatur tinggi supaya memastikan sistemnya bisa bekerja dengan baik. Yakni berada di kisaran 200 sampai 800 derajat celcius.

Masalah pada sistem pengereman menambah panjang tantangan yang dihadapi Yamaha pada awal musim ini. Sebelumnya mereka sudah dibuat pusing dengan kendala mesin yang mendatangi hampir seluruh pebalapnya.



Simak Video "Manuver Ciamik Miguel Oliveira di Tikungan Terakhir MotoGP Styria"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)