Rabu, 12 Feb 2020 16:16 WIB

Mantan Pebalap F1 Ini Bakal Kebut-kebutan di Jakarta

Rangga Rahadiansyah - detikOto
SANTIAGO, CHILE - JANUARY 18: Maximilian Günther of Germany for BMW i Andretti Motorsport team wins the E-Prix Antofagasta Minerals as part the third round of the ABB FIA Formula E Championship 2019/2020 on January 18, 2020 in Santiago, Chile. (Photo by Marcelo Hernandez/Getty Images) Balap mobil listrik Formula E. Foto: Marcelo Hernandez/Getty Images
Jakarta -

Jakarta dipastikan akan menjadi tuan rumah balapan mobil listrik Formula E. Meski terbentur masalah tempat yang akan dipakai, kemungkinan besar sirkuit Formula E akan tetap menggunakan kawasan Monas.

Formula E Jakarta yang digelar 6 Juni 2020 nanti bakal menampilkan pebalap internasional. Beberapa di antaranya adalah mereka yang berpengalaman di balap mobil Formula 1.

Mantan pebalap F1 seperti Felipe Massa, Vandoorne, dan Brandon Hartley bakal ikut kebut-kebutan menggunakan mobil Formula E di Jakarta, Juni nanti.

Felipe Massa merupakan pebalap yang cukup signifikan di gelaran Formula. Dengan 269 Gran Prix yang ia ikuti, Massa menyabet 11 juara di Formula 1. Pebalap asal Brasil itu memiliki pengalaman di bidang adu cepat jet darat. Di ajang balap mobil kursi tunggal, ia pernah menjadi joki tim Sauber, Ferrari, dan Williams Formula One. Di Formula E, Felipe Massa ikut 16 kali balapan dengan 1 kali podium.

Felipe Massa, mantan pebalap Formula 1 yang kini berlaga di Formula E.  Felipe Massa, mantan pebalap Formula 1 yang kini berlaga di Formula E. Foto: Mark Thompson/Getty Images

Pada 2018, Massa menandatangani kontrak bersama Venturi Formula E Team. Ia akan membalap mobil listrik ini selama tiga tahun sejak tanda tangan kontrak.

Mantan pebalap F1 lainnya yang akan kebut-kebutan di Jakarta adalah Stoffel Vandoorne. Pebalap asal Belgia itu mulai fokus balapan mobil listrik sejak 2018 dengan HWA Racelab. Untuk musim 2019/2020, Vandoorne memperkuat tim Mercedes-Benz EQ Formula E Team.

Stoffel Vandoorne juga berpengalaman di Formula 1. Kini ia memperkuat tim Mercedes-Benz EQ Formula E Team. Stoffel Vandoorne juga berpengalaman di Formula 1. Kini ia memperkuat tim Mercedes-Benz EQ Formula E Team. Foto: Dan Istitene/Getty Images

Sejak 2013, Vandoorne mengukuti McLaren Young Driver Programme. Ia sempat menjadi pebalap cadangan McLaren pada 2014. Pada Maret 2016, ia ditunjuk menjadi pebalap pengganti Fernando Alonso di Bahrain Gran Prix. Baru pada 2017 dan 2018, pebalap Belgia itu memperkuat tim McLaren di Formula 1 sebagai pebalap Formula 1 sebelum bergabung dengan JWA Racelab pada Oktober 2018. Di Formula E, Vandoorne ikut balapan sebanyak 16 kali dan memijak podium 3 kali.

Mantan pebalap F1 lainnya ada Brandon Hartley. Pada November 2017, Hartley diumumkan oleh tim Toro Rosso untuk menjadi pebalap penuh waktu bersama dengan Pierre Gasly untuk musim 2018. Namun, Hartley cuma bisa mengamankan poin di 3 balapan pada musim itu. Di Azerbaijan Grand Prix ia finis kesepuluh, German Grand Prix finis kesepuluh lagi dan di United States Grand Prix berhasil finis di posisi 9.

Pada November 2018, Hartley dikonfirmasi tak lanjut di Toro Rosso untuk musim 2019. Posisinya digantikan oleh pebalap Thailand, Alexander Albon. Kini, Hartley balapan di Formula E bersama tim Geox Dragon. Di Formula E, Hartley baru mengikuti 3 kali balapan dan belum pernah memijak podium.



Simak Video " Formula E Jakarta Jadinya di GBK?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com