Kamis, 13 Jun 2019 13:59 WIB

Sabar Rossi, Yamaha Masih Butuh Waktu Seperti Dulu Ducati

Dina Rayanti - detikOto
Valentino Rossi. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images Valentino Rossi. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Mugello - Pebalap asal Italia Valentino Rossi telah berkali-kali mengeluhkan masalah pada Yamaha YZR-M1 yang ditungganginya. Menurut Rossi, permasalahan Yamaha sudah cukup banyak mulai dari elektronik hingga akselerasi. Permasalahan itulah yang berkontribusi membuat YZR-M1 tak bisa bersaing dengan kompetitor kuatnya Ducati dan juga Honda.

Sang pebalap Rossi dan Vinales pun harus bekerja ekstra keras untuk bisa bersaing dalam perebutan gelar juara musim 2019. Terlebih saat di Mugello, Rossi harus terjatuh sementara Vinales menyelesaikan balapan di tempat ketujuh.


Keluhan Rossi rupanya juga diamini sang manajer tim pabrikan Yamaha Massimo Meregalli. Meregalli mengakui YZR-M1 loyo namun Yamaha terus berusaha untuk memperbaikinya.

"Kami memang kesulitan di sektor akhir karena tenaga mesin yang kurang. Namun kami bisa mengatasinya dengan menguatkan motor di sektor lain," kata Meregalli dikutip GPOne, Kamis (13/6/2019).

"Pada balapan Minggu, temperatur di sirkuit memanas sehingga motor kekurangan daya cengkram. Sehingga keuntungan kami di tikungan tengah jadi berkurang karena butuh cengkraman yang cukup agar bisa cepat melewati tiap tikungan. Jumat dan Sabtu, Vinales, Morbidelli, dan Quartararo sangat kuat di tiga sektor sebelum kehilangan di akhir. Namun suhu yang meningkat merusak semuanya," sambung Meregalli.


Soal Rossi, Meregalli menyebut pebalap berjuluk 'The Doctor' itu telah melakukan kesalahan sejak sesi latihan bebas ketiga. Walhasil Rossi sulit mengikuti sesi kualifikasi kedua dan memulai balapan dari tempat ke-18.

"Sangat sulit memulai balapan dari posisi ke-18 di tengah ketatnya persaingan MotoGP. Jika Rossi bisa memulai start dari posisi lebih depan setidaknya ia bisa mendapat poin meskipun tidak berdiri di podium," jelas Meregalli.

Permasalahan yang sedang dialami Yamaha disebut Meregalli juga sempat dialami Ducati usai sepeninggalan Stoner. Ducati harus bersusah payah menemukan cara hingga motornya bisa seperti sekarang.

"Ducati juga mengalaminya setelah Stoner pergi dan butuh waktu bertahun-tahun sampai bisa kompetitif. Saya saat ini fokus untuk mencari setelan agar motor bisa menemukan performanya. Soal Rossi, ia masih memiliki semangat yang besar dan juga menemukan setelan pas untuk motor. Saya tak pernah melihatnya berubah," ungkap Meregalli.


Meski begitu, Meregalli meyakini jika Yamaha bisa kembali ke performa tertingginya. Saat ini, pihaknya masih terus mencari formula yang pas dan di beberapa sektor sudah mulai terlihat perubahannya.

"Dengan mesin yang ada saat ini engine brake dan konsumsi ban perlahan-lahan sudah mulai terselesaikan tapi kami justru harus kehilangan tenaga motor," tuturnya. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed