Jumat, 08 Mar 2019 11:33 WIB

MotoGP di Lombok, Honda Harap Ada Pebalap Indonesia di Kelas Utama

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Foto: ist. Foto: ist.
Jakarta - Dilangsungkannya MotoGP di Mandalika, Lombok memberikan angin segar buat dunia otomotif tanah air. Selain itu gelaran MotoGP juga akan meningkatkan potensi wisata Indonesia. PT Astra Honda motor berharap gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika akan memperkuat pembinaan pebalap tanah air.

"Kami berharap dapat memperkokoh pembinaan balap berjenjang dan terstruktur yang sudah kami implementasikan secara berkesinambungan sejak 2013. Mulai dari menyiapkan pebalap muda di Honda Racing School sampai mengirimkan pebalap berbakat ke berbagai ajang balap nasional hingga international di tingkat Asia, Eropa, hingga tingkat Grand Prix. Kami berharap suatu saat bisa mengantarkan pebalap Indonesia untuk berlaga di kelas utama MotoGP," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Thomas Wijaya kepada detikcom.

Indonesia akhirnya dipastikan menggelar balap motor MotoGP di masa depan. Promotor kejuaraan balap motor bergengsi dunia, Dorna, sudah mengumumkan Indonesia jadi tuan rumah MotoGP pada 2021, sekitar dua tahun lagi.

Penandatangan kesepakatan menggelar MotoGP telah dilakukan antara ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dengan Dorna di Madrid, Spanyol, pada akhir Januari 2019.


Berikut fakta-fakta MotoGP Indonesia yang akan digelar di Sirkuit Mandalika:

1. Gelaran MotoGP pertama di Indonesia sejak 1997
Indonesia terakhir kali jadi tuan rumah MotoGP pada 1997 atau 22 tahun silam di Sirkuit Sentul. Ketika itu, kelas MotoGP masih berformat 500cc. Juara dunia sembilan kali Valentino Rossi tampil sebagai pemenang kelas 125 cc, Max Biaggi memenangi kelas 250cc, sedangkan kelas tertinggi dimenangi Tadayuki Okada asal Jepang.

2. Jadi balapan jalan raya pertama di MotoGP
MotoGP Indonesia akan terasa semakin spesial. Pasalnya, Sirkuit Mandalika akan mengusung konsep sirkuit jalan raya seperti balap Formula 1 yang digelar di Monako dan Singapura.

3. Desain sirkuit Mandalika
Sirkuit Mandalika akan memiliki lintasan sepanjang 4,32 kilometer dengan 18 tikungan dan hanya satu lintasan lurus. Untuk sarana penunjang, Sirkut Mandalika akan dibangun area paddock dengan 40 garasi untuk operasional tim-tim peserta dan memiliki kapasitas 93.200 tempat duduk bagi penonton. Selain itu, adapun 138.700 area tanpa tempat duduk dan hospitality suites, yang mampu menampung 7.700 penonton.

4. Pembangunan mulai tahun ini
MotoGP Indonesia akan digelar dua tahun lagi, maka pembangunan pun mesti digeber. Pembangunan sirkuit Mandalika dijadwalkan akan dimulai pada Oktober 2019 yang dijadwalkan akan rampung pada Juni 2020.

5. Pembiayaan pembangunan mencapai triliunan rupiah
Pembangunan sirkuit berstandar internasional tentu saja tidak akan murah. Total biaya pembangunan Sirkuit Mandalika diperkirakan mencapai Rp 3,6 triliun, dan akan menggandeng kontraktor Prancis, Vinci Construction.

6. Indonesia tuan rumah tiga kejuaraan balap motor bergengsi
Indonesia tidak akan hanya menggelar MotoGP di 2021. Mandalika juga telah disepakati untuk menjadi tuan rumah World Superbike (WSBK). Dengan demikian, Indonesia akan memiliki tiga kejuaraan balap motor bergengsi setelah lebih dahulu menyelenggarakan MXGP (motocross).

7. Mengharapkan Valentino Rossi
Mengingat MotoGP Indonesia baru akan digelar di 2021, muncul pertanyaan apakah Rossi masih akan berlaga. Sepekan lalu, Rossi baru saja merayakan ulang tahunnya ke-40 dan akan berusia 42 tahun saat balapan digelar di Mandalika. The Doctor menjadi satu-satunya pebalap yang masih aktif, yang pernah merasakan balapan di Indonesia.


MotoGP di Lombok, Honda Harap Ada Pebalap Indonesia di Kelas UtamaFoto: Tim Infografis/Zaki Alfarabi



(ddn/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com