Minggu, 23 Sep 2018 12:46 WIB

Teknologi MotoGP yang Cegah Motor Terpeleset

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Sebagai kendaraan dengan output tenaga besar, mengendalikan motor MotoGP bukan perkara mudah, bahkan oleh seorang pebalap profesional sekalipun. Maka itu motor MotoGP dibekali berbagai fitur keamanan yang penting seperti traction control.

Traction control di MotoGP berfungsi mengurangi output tenaga ketika motor berpotensi selip atau sliding saat posisi menikung. Fitur ini diyakini bisa mengurangi potensi kecelakaan high side, yang disebabkan ban belakang kehilangan traksi.



Seperti video penjelasan singkat yang dilansir dari instagram MotoGP, traction control akan memastikan motor pembalap tetap berada pada jalurnya.

Cara kerjanya ada di sensor dan sistem ECU (Electronic Control Unit). Sensor akan membaca kecepatan roda motor dan akan mendeteksi ban yang berpotensi kehilangan grip. Selain wheel speed sensor, kerja traction control juga dibantu sensor yang mendeteksi kemiringan motor.



Ketika ban belakang berpotensi kehilangan traksi ke aspal, sensor-sensor tersebut akan mengirim informasi ke ECU. Dan ECU langsung memotong atau mengurangi tenaga motor seketika, sehingga ban belakang kembali memiliki grip ke aspal.

Traction control sendiri bisa diseting sesuai kebutuhan pembalap dan sesuai karakter tikungan. Ada pilihan traction control untuk grip lebih kuat ke aspal dan ada traction control untuk grip yang lebih lembut.

[Gambas:Instagram]

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed