Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 09 Agustus 2016, 14:28 WIB

Stoner Kurang Sreg dengan Aneka Perlengkapan Elektronik di MotoGP

Dina Rayanti - detikOto
Stoner Kurang Sreg dengan Aneka Perlengkapan Elektronik di MotoGP Foto: Ducati
Sydney - Pebalap Casey Stoner mempercayai penggunaan perangkat elektronik di motor balap yang dipakai di MotoGP telah menghilangkan kemahiran pebalapnya.

Pada musim 2016, MotoGP untuk pertama kalinya menerapkan standar penggunaan elektronik yang diproduksi Magneti Marelli, mengakhiri penggunaan sistem tier 2 yang sebelumnya digunakan pada 2012-2015 oleh baik tim pabrikan maupun satelit.

Hal tersebut bertujuan untuk memangkas biaya dari pabrikan dalam pengembangan perangkat lunak sendiri dan juga menghilangkan kesenjangan antara tim pabrikan dan independen.

Namun Stoner percaya dengan elektronik yang baru digunakan pada musim ini untuk membantu pebalap mengatur traksi di tikungan masih memiliki dampak negatif pada balapan.

Ia menambahkan, lap time yang berdekatan antar pebalap menjadi hal biasa yang terjadi di babak kualifikasi sepanjang 2016, merupakan dampak langsung penggunaan elektronik tersebut.

"Penggunaan elektronik pada MotoGP dapat terlihat dari waktu lap yang sangat dekat pada sesi kualifikasi, 'Wow, banyak orang yang bisa bergerak cepat," ujar Stoner dalam kolom yang tertulis di Motor Cycle News Australia.

"Namun di sesi kualifikasi yang harus dilakukan seluruh rider adalah melakukan pengereman yang telat, berbelok dan melanjutkan balap sisanya elektronik yang berperan, tidak ada lagi keahlian yang digunakan. Saat balapan, ketika kita tidak bisa mengerem terlambat di setiap lap saat itulah gap terus menjauh. Elektronik menolong banyak untuk pebalap-pebalap yang tidak bisa mengontrol belakang seperti pebalap lain yang bisa. Pada 2006 atau 2007 jika kita punya keahlian lebih, kita dapat mengambil di tikungan dan hampir melewati pebalap lain yang tengah ada di trek lurus. Atau mungkin pebalap lain akan slip dan keluar lintasan sehingga kita bisa mengambil posisinya sebelum ke tikungan selanjutnya," kata Stoner.

Stoner juga mengatakan pebalap-pebalap yang bergantung pada elektronik berarti gaya balap mereka sama.

"Tiap pebalap menyeting motornya berbeda-beda, Dani Pedrosa misalnya yang harus menyeting motornya untuk di tengah tikungan sampai keluar namun tidak terlalu bagus saat masuk tikungan, dengan begitu ia mampu mendapatkan sudut sangat baik sehingga ia dapat menyusul kita pada trek lurus," ujarnya.

"Gaya balap seseorang terlihat pada saat itu dan sekarang hanya mengarah pada satu gaya balap tertentu, tidak ada perbedaan," kata Stoner. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +