Salah satu pebalap Ferrari Challenge Asia Pacific yang berasal dari Indonesia, Rinaldi Hutasoit bercerita kesulitan mengemudikan supercar dalam adu balap yakni kemampuan untuk mengendalikan G Force dan kecepatan yang tinggi.
"Kalau misalnya di trek ada tikungan panjang dan kencang dimana kita akan menghadapi G Force tinggi. Biasanya saya yang sudah biasa balapan di lap pertama bakal keliyengan. Tapi lap kedua, lap ketiga sudah normal," kata Rinaldi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Risiko (balapan) pakai supercar jauh lebih besar karena kecepatan lebih tinggi. Tapi kalau seperti Ferrari menurut saya mobilnya standarnya lebih tinggi, lebih aman," ucapnya.
Pada musim tahun ini, Rinaldi sukses menuntaskan balapan di dua putaran yakni di sirkuit Suzuka, Jepang dan Abu Dhabi. Ia bakal menghadapi putaran ketiga di Shanghai pada 9 hingga 11 Juni 2016 mendatang.
Untuk klasemen saat ini peringkat pertama dihuni oleh Steve Wyatt dengan 64 poin, kemudian Florian Merckx di posisi kedua dengan perolehan 63 poin. Renaldi berada di peringkat ketiga dengan mengumpulkan 62 poin. Balapan ini diikuti oleh para pemilik Ferrari yang ingin merasakan sensasi balapan dengan mobil mereka sendiri.
(nkn/ddn)
