Belum ketahuan siapa yang berhak atas mahkota juara MotoGP musim ini. Walhasil Phillip Island yang menjadi seri kedua dari belakang bisa berperan signifikan, sehingga niscaya berjalan menegangkan.
Menilik papan klasemen, persaingan sejatinya tinggal jadi milik Jorge Lorenzo (Yamaha) dan Dani Pedrosa (Repsol Honda). Dengan maksimal 50 poin diperebutkan di dua seri sisa, kedua rider Spanyol itu terpaut 23 poin saja--Lorenzo 330 poin dan Pedrosa 307 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa skenario yang menguntungkan Lorenzo seperti itu dapat tercipta, misalnya, dengan Lorenzo memenangi balapan pada akhir pekan dan Pedrosa finis kedua. Dalam hal ini maka Lorenzo akan mengoleksi 355 poin dan Pedrosa punya 327 poin. Artinya jika pun Pedrosa menang di seri penutup, raihan maksimalnya di akhir musim hanya 352 poin.
Sebagai gambaran lain, Lorenzo bahkan tak perlu memenangi balapan. Jika seandainya di Phillip Island nanti ia cuma finis di posisi dua (350 poin) dan sukses meredam Pedrosa untuk finis di posisi tiga (323 poin), Lorenzo pun dipastikan jadi juara karena poin maksimal Pedrosa di akhir musim cuma 348 poin.
Dalam beberapa seri terakhir, Lorenzo sendiri memang terlihat lebih cenderung "main aman". Walhasil selama tiga seri terakhir ia pun terlihat puas-puas saja finis di posisi dua di belakang Pedrosa.
Namun demikian, melihat kenyataan yang ada plus momentum positif dari Pedrosa, boleh jadi Lorenzo kini ingin menyudahi "permainan" secepatnya demi menghindari risiko.
Pedrosa sendiri sudah pasti ingin terus melanjutkan tren positifnya setelah memenangi tiga seri terakhir--juga lima dari enam seri terakhir--demi terus menggerus keunggulan yang dimiliki oleh Lorenzo. Dengan lajunya kini, kemenangan sudah pasti ia canangkan.
Di tengah-tengah persaingan Lorenzo dan Pedrosa, muncullah kemudian Casey Stoner, rekan setim Pedrosa, yang akan menjalani balapan kandang terakhirnya sebelum pensiun.
Sudah tentu pebalap Australia itu mau memberikan "sajian penutup" seindah mungkin buat para fansnya, dengan cara kembali menang sekaligus menegaskan dominasinya di Phillip Island setelah dengan setia memenangi balapan itu sejak 2007.
Para pebalap lain macam Valentino Rossi, Cal Crutchlow, Andrea Dovizioso, dan Alvaro Bautista, memang tak bisa dikesampingkan begitu saja. Tetapi sorotan dan persaingan di Phillip Island tampaknya akan lebih diramaikan dengan persaingan segitiga antara Lorenzo, Pedrosa, dan Stoner. Bukan tak mungkin tiga orang itu pula yang nanti akan kembali naik podium sebagaimana yang terjadi di Sepang lalu.
Pedrosa Mengincar Quat-trick, Membidik Lorenzo
Sementara itu, Dani Pedrosa mengincar kemenangan keempatnya secara beruntun saat seri MotoGP berlanjut di Phillip Island akhir pekan ini. Berdiri di podium teratas jadi keharusan demi terus menekan Jorge Lorenzo.
Tiga kemenangan beruntun telah didapat Pedrosa di Aragon, Jepang dan Malaysia. Sejauh ini performa hebat Pedrosa belum memberinya puncak klasemen krena pada saat bersamaan Lorenzo selalu menguntit di belakangnya dengan terus berada di posisi dua.
Jika skenario serupa bertahan hingga seri pamungkas, bahkan sapu bersih kemenangan hingga seri penutup tetap tak akan cukup memberi Pedrosa gelar yang diincarnya. Namun pebalap Honda asal Spanyol itu tak akan menyerah begitu saja. Akhir pekan ini di MotoGP Australia, dia ingin meraih quat-trick, alias kemenangan keempat secara beruntun, demi melanjutkan tekanan pada rivalnya.
"Phillip Island punya trek yang hebat, terutama dengan motor ini di mana Anda biasanya bisa ban belakang meluncur. Layout lintasan membuat balapan terasa menyenangkan, jadi saya harap kami punya cukup keberuntungan serta motor yang bekerja baik di sana," ujar Pedrosa di Crash.
Keberuntungan adalah hal yang sangat dibutuhkan Pedrosa untuk bisa menjuarai MotoGP musim ini. Keberuntungan yang dia butuhkan adalah berupa gagal finisnya Lorenzo, sementara dia sendiri mempertahankan performa bagus yang sudah diraih. Karena hanya dengan begitulah selisih 23 poin dapat disalip.
Tahun 2004 dan 2005 Pedrosa punya kenangan indah di Phillip Island, di mana dia berhasil memastikan didapatnya gelar juara dunia 250 cc. Kisah manis tersebut dia harap bisa terulang di akhir pekan ini.
"Saya juga punya kenangan indah di sini pada musim 2004 dan 2005 (menjadi juara dunia di kelas 250 cc), dan saya harap saya bisa menjalani balapan yang bagus," harapnya.
(din/syu)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?