Balapan Sepang di Mata Lorenzo, Rossi dan Stoner

Balapan Sepang di Mata Lorenzo, Rossi dan Stoner

Doni Wahyudi - detikOto
Senin, 22 Okt 2012 18:42 WIB
Balapan Sepang di Mata Lorenzo, Rossi dan Stoner
Sepang - Jorge Lorenzo kembali dikalahkan Dani Pedrosa dalam persaingan mereka menuju titel juara di musim ini. Ia merasa beruntung bisa finis pada balapan basah di Sepang, Malaysia, Minggu (21/10/2012).

Start terdepan dan berada di posisi itu sampai lap sembilan, Lorenzo harus puas menjadi runner-up setelah ia disalip Pedrosa dan tak mampu mengejar rivalnya itu.

Ini adalah kali ketiga berturut-turut pebalap tim Yamaha tersebut dikalahkan Pedrosa setelah di Aragon dan Jepang. Meski demikian ia masih unggul 23 poin di puncak klasemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lorenzo juga nyaris mengalami kesialan. Di lap terakhir sebelum lomba dihentikan, ia hampir terjungkal dari motornya di Turn 15.

"Aku hampir terjatuh. Aku sangat beruntung," ucap dia seusai balapan, dikutip Autosport.

"1-0 di sini, dan kompetisi akan lebih sulit. Tapi finis kedua di sini sudah bagus," sambung rider Spanyol itu.

Lorenzo tetap punya kans yang lebih besar dibandingkan Pedrosa. Jika di seri berikutnya ia juara dan Pedrosa gagal finis, ia otomatis juara. Atau, jika finis di tempat ketiga pada dua seri terakhir ini, ia pun bisa jadi juara.

Pandangan Terganggu, Rossi Tak Bisa Maksimal di Sepang

Sementara Valentino Rossi merasa dirinya bisa paling tidak finis di posisi empat pada MotoGP Malaysia kemarin. Kalau kemudian dia gagal meraihnya, itu karena pandangannya terganggu kabut di kaca helm.

Dalam pernyataannya usai balapan, Rossi menyebut kalau performa dirinya dan motor Ducati di Sepang secara keseluruhan terbilang memuaskan. Apalagi The Doctor memulai race dengan baik, langsung mendahului beberapa pebalap lain sesaat setelah start.

"Balapan kami tidaklah buruk, karena saya menjalani start yang bagus meski melakukannya dari posisi belakang, di baris keempat, lalu selanjutnya saya bisa melaju dengan cepat," sahut Rossi seperti dikutip dari Crash.

Rossi kemudian terlibat persaingan dengan Casey Stoner dan Andrea Dovizioso. Saat balapan akhirnya disetop tujuh putaran sebelum jumlah lap yang semestinya, Rossi hanya bisa finis di posisi lima.

"Saya sedang bersama dengan Dovizioso dan Stoner, saat sayangnya saya mulai dapat masalah karena kaca helm mulai berkabut. Dan dalam kondisi ekstrim seperti itu, dengan cahaya yang kurang dan banyak air, itu sangat sulit,"

"Saya membuat kesalahan di tikungan ke tujuh, dan saya beruntung tidak mengalami kecelakaan karena itu adalah lokasi yang sama di mana Dovizioso, (Ben) Spies dan kemudian (Stefan) terjatuh. Tanpa kesalahan itu, saya bisa saja finis keempat. Stoner lebih cepat dari saya, terutama di bagian kedua lintasan," paparnya.

Stoner: Jika Balapan Penuh, Saya Punya Peluang Menang

Sedangkan Casey Stoner mengaku nyaris memutuskan mundur dari MotoGP Malaysia dengan alasan kondisi fisik dan lintasan basah. Namun saat di atas trek, dia malah jadi percaya diri dan mengklaim punya peluang jadi juara.

Lantaran hujan lebat yang mengguyur Sirkuit Sepang, MotoGP Malaysia dihentikan saat balapan tinggal menyisakan tujuh putaran. Keluar jadi pemenang adalah Dani Pedrosa, yang diikuti Jorge Lorenzo di urutan kedua dan Stoner pada podium terakhir.

Mampu finis di atas podium, Stoner harus melalui perjuangan ekstra berat di Sepang. Diakuinya usai balapan, dia sempat berencana mundur karena kondisi kesehatannya yang buruk dan lintasan basah yang membuat dirinya sangat berisiko mengalami kecelakaan.

"Jujur saja, saya mempertimbangkan untuk sama sekali tidak membalap hari ini. Dengan cedera di kaki saya, itu membuat saya akan lebih mudah dapat kecelakaan dan saya tidak dalam kondisi 100%, maka jika saya kembali celaka maka saya tidak akan bisa membalap lagi," sahut Stoner.

"Saya selalu menghindari sesi basah, karena itulah balapan kering menjadi kesempatan buat saya. Di awal balapan saya tidak mempunyai kepercayaan diri. Sudah lama saya tidak membalap dalam kondisi basah - jadi saya hanya berusaha untuk berada di depan pebalap lain, mengerem dan dapat jalur keluar yang bersih," lanjutnya di Autosport.

Meski mengaku khawatir di awal balapan, rider asal Australia itu kemudian malah merasa nyaman dan percaya diri. Stoner malah yakin dirinya punya peluang jadi juara jika balapan dituntaskan sampai lap terakhir.

"Putaran demi putaran kepercayaan diri saya semakin besar dan hujan deras jadi arena bermain saya, dan saya bisa mencapai kecepatan yang lebih baik dibanding pebalap lainnya. Jujur saja, jika balapan dituntaskan sampai jarak penuh saya punya kesempatan yang bagus untuk menang."

"Semuanya berjalan seperti yang saya inginkan, tapi (pada intinya) rasanya menyenangkan bisa kompetitif hari ini," lugasnya.

(a2s/syu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads