Button memulai musim dengan menjanjikan setelah meraih kemenangan di Australia. Namun, setelah itu hasil-hasil yang ia capai justru menurun.
Walhasil sejak GP Australia baru dua kali Button naik podium. Itu membuatnya tercecer di posisi delapan klasemen sementara, terpaut 88 angka dari Fernando Alonso yang memuncaki klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir tim takkan minta saya melakukan itu. Secara pribadi saya merasa masih bisa menjuarai musim ini, Anda tak pernah tahu," katanya di Planet F1.
Pun demikian, Button tetap berusaha realistis. Ia tampaknya akan bersedia membantu Hamilton demi kepentingan tim, terlebih jika peluangnya nanti benar-benar sudah pupus.
"Saya juga seorang pemain tim dan sangat penting buat tim untuk memenangi Kejuaraan Dunia Konstruktor dan itulah salah satu bidikan utama kami tahun ini," simpulnya.
Button Cuma Akan Jadi Rekan Alonso di 'Dunia Lain'
Di sisi lain, sebagai sesama pebalap F1 Jenson Button mengaku respek dengan Fernando Alonso. Tetapi untuk berada satu tim dengan Alonso, Button dengan tegas menukas itu cuma akan terjadi di "dunia lain" alias dunia yang paralel dengan dunia yang mereka huni saat ini.
Dengan penampilan Felipe Massa yang tidak oke musim ini, ditambah dengan kontraknya yang memang akan habis, Ferrari santer disebut-sebut tengah mencari pebalap baru untuk berpasangan dengan Alonso musim depan.
Nama Button kemudian ikut muncul. Lantas apakah Button sudah melakukan kontak dengan Ferrari seputar kemungkinan itu?
"Well, uh.. memang selalu ada kontak. Aku selalu bilang, 'hai apa kabar?' ketika melihat (Prinsipal Tim Ferrari) Stefano Domenicali di paddock," tukas Button dalam wawancara kepada Autosprint yang dilansir F1sa.
"Tapi aku dan dia tahu kalau aku masih memiliki kontrak setahun lagi. Aku benar-benar tidak tahu kenapa (spekulasi) sangat mengarah kepadaku," lanjutnya.
Di Ferrari, sosok Alonso tidak terbantahkan sudah jadi sangat dominan. Button pun meyakini bahwa jika ia menjadi rekan setim Alonso, 'Kuda Jingkrak' sudah pasti akan kesulitan untuk mewadahi keinginan dirinya seraya terus memenuhi kebutuhan Alonso.
"Ia adalah seorang pebalap yang cerdas, dan mungkin di alam semesta yang paralel aku akan senang bisa bekerja sama dengannya. Tapi akan sulit untuk selalu ada di sisi seseorang yang sedemikian tangguh dan cerdas."
"Aku mengaguminya seperti aku mengagumi Alain Prost, ia menciptakan atmosfer bagus di sekelilingnya, dengan orang-orang yang cakap," simpul Button.
Button Bidik Gelar Juara Sebelum Pensiun
Jenson Button juga ingin memastikan dirinya berhenti membalap di waktu yang tepat. Sebelum pensiun dari F1 nanti, Button ingin memenangi gelar juara dunia sekali lagi.
Button saat ini sudah berusia 32 tahun. Tambahan kontrak tiga tahun yang ditandatangani Button tahun lalu membuatnya akan bersama McLaren hingga 2014.
Meski tak menyebut kapan tepatnya akan pensiun, pebalap asal Inggris ini sudah mulai berpikir untuk mengakhiri kariernya di ajang balap 'jet darat' ini. Namun sebelum berhenti membalap, Button ingin meraih titel juara dunia lagi. Sebelumnya, Button menjadi juara dunia di musim balap 2009.
"Itu ada di dalam pikiranku. Dalam olahraga apapun, triknya adalah pensiun di waktu yang tepat. Aku masih punya ambisi di F1. Gelar juara lagi akan jadi prestasi yang luar biasa," ungkap Button seperti dikutip ESPN F1.
Selain membidik titel juara, Button juga ingin merasakan balapan di Grand Prix London. Pembicaraan tentang GP London makin meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan kampanye yang telah dilakukan.
"Sebelum pensiun, aku juga ingin berkompetisi di Grand Prix London. Bernie Ecclestone (bos F1) saat ini sedang mendorong ide ini dan Boris Johnson (walikota London) sepertinya menyukainya," imbuh Button.
"Aku menyukai ide mobil F1 melaju kencang di sekitar London, melewati tempat-tempat yang menjadi ikon seperti Big Ben dan Trafalgar Square. Memenangi Grand Prix London mungkin akan jadi cara yang luar biasa untuk menutup karier," pungkasnya.
(krs/syu)










































