10 Momen Terbaik dan Terburuk Schumacher

10 Momen Terbaik dan Terburuk Schumacher

- detikOto
Kamis, 25 Agu 2011 19:17 WIB
10 Momen Terbaik dan Terburuk Schumacher
Jakarta - Akhir pekan ini, Michael Schumacher akan memperingati 20 tahun karirnya di Formula 1. Ini dia lima bagian terakhir dari momen-momen puncak sekaligus nadir Schumi.

Daftar 10 momen puncak dan nadir Schumi ini disusun oleh kolumnis F1 di Daily Mail, Phil Duncan.

1. Langit Ketujuh
Alain Prost melakukannya empat kali, Juan Manuel Fangio melakukannya lima kali, tetapi Schumi melakukannya tujuh kali! Iya, Schumi adalah pembalap dengan gelar juara dunia terbanyak sepanjang masa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa itu terjadi di GP Belgia 2004, seri ke-14 dari 18 seri yang diagendakan. Schumi memang cuma jadi runner-up di belakang Jarno Trulli, tetapi itu sudah cukup membuatnya berada di langit ketujuh.

2. Putus Asa
Schumi nyaris mengulangi insiden Adelaide 1994 pada GP Eropa 1997 di Sirkuit Jerez. Saat itu, ia tengah unggul satu angka dari pesaing terberatnya, Jacques Villeneuve.

Sama persis dengan kasus di Adelaide, Schumi juga memimpin lomba lebih dulu, tetapi Villeneuve perlahan mengejar. Saat itulah, Schumi seperti akan melakukan tindakan yang sama dengan tiga tahun sebelumnya dengan menabrakkan mobilnya ke mobil Villeneuve.

Tidak seberuntung itu, Schumi. Mobil Villeneuve tetap bisa melanjutkan lomba dan Schumi yang malah harus out. Villeneuve jadi juara dunia dan gelar runner-up Schumi dicabut.

3. Menangis Kala Samai Senna
Schumacher bukanlah manusia super, ia juga bisa menangis. Peristiwa ini terjadi usai ia menjuarai GP Italia 2000. Kemenangan itu membuat Schumi menyamai rekor 41 gelar juara seri milik sang legenda, Ayrton Senna.

Yang membuat momen itu makin menarik adalah ketika menangis itu Schumi mendapat rangkulan bersahabat dari rival sengitnya, Mika Hakkinen. Setelah itu, adik Schumi, Ralf, juga turut memberi tepukan di bahu.

4. Parkir
Kegilaan terjadi di kualifikasi GP Monako 2006. Schumi tengah jadi yang tercepat, tetapi ia terancam oleh Fernando Alonso. Schumi kemudian memelankan mobilnya dan ia berhenti di La Rascasse, tikungan terakhir Sirkuit Monte Carlo.

Akibat 'parkir' Schumi yang sembarangan itu, Alonso tidak bisa mencetak waktu tercepat. Namun keadilan tercipta ketika Schumi dihukum start dari urutan paling belakang.

5. Kebangkitan
Kepindahan Schumi ke Ferrari tahun 1996 disambut dengan alis yang terangkat. Maklum, Ferrari tengah 'sakit' dan sudah tidak pernah jadi juara dunia sejak Jody Scheckter melakukannya tahun 1979.

Tiga musim pertama Schumi berjalan hancur-hancuran. Tapi tahun 2000, Schumi bangkit dan sukses mengalahkan Mika Hakkinen untuk merebut titel juara dunia ketiganya.

6. Dosa terhadap Hill
Musim 1994, Schumi yang membela Benetton bertarung ketat dengan Damon Hill (Williams) hingga seri terakhir di GP Australia di Adelaide. Menjelang seri pamungkas ini, Schumi unggul satu angka dari Hill.

Schumi memimpin di awal lomba, tetapi Hill mencoba mengejar. Mobil Schumi sempat keluar lintasan dan menabrak tembok tetapi ia bisa melanjutkan lomba. Hill terus mengejar dan memanfaatkan kerusakan mobil Schumi.

Saat Hill mencoba menyalip dari kanan, Schumi melambat dan keduanya bertabrakan. Mobil Schumi terangkat dan nyaris terguling. Baik Schumi dan Hill sama-sama terhenti dan Schumi pun jadi orang Jerman pertama yang jadi juara dunia F1.

Setelah balapan, Williams secara tegas menilai 'Schumacher 100 persen bersalah'. Namun akibat masih berduka akibat kematian Ayrton Senna, mereka memilih tidak melakukan banding atas insiden itu.

7. Kehebatan di Spa
Schumi melakukan debut di F1 pada GP Belgia di Sirkuit Spa Francorchamps tahun 1991. Setahun berselang, Schumi kembali mencetak hasil manis dengan menjuarai GP Belgia, gelar juara seri pertamanya.

Di kondisi hujan, Schumi yang saat itu baru berusia 23 tahun dan sudah punya catatan lima kali finis di podium, start dari posisi ketiga dan sukses memecundangi Nigel Mansell dan Ayrton Senna untuk jadi yang terbaik.

8. Team Order
Salah satu team order paling jelas dan paling memalukan terjadi di GP Austria 2002. Pembalap Ferrari, Rubens Barrichello, yang dominan sejak awal lomba, diminta memberi jalan buat Schumi di lap terakhir.

Schumi yang saat itu sudah dipastikan jadi juara dunia dicemooh penonton di podium, walau saat itu team order tidak dilarang. Ia kemudian meminta Barrichello naik podium pertama dan menerima trofi pemenang. Ferrari lantas didenda 1 juta dolar AS.

Setelah kejadian itu, team order dilarang. Hingga akhirnya tahun lalu Ferrari kembali memperlihatkan team order antara Felipe Massa dan Fernando Alonso. Solusinya: larangan team order dihapus (lagi).

9. Kilat
Tahun 2002, Schumi menyegel gelar juara dunia di seri ke-11 dari 17 seri yang diagendakan dan itu terjadi tiga bulan sebelum musim berakhir. Ia total memenangi 11 seri dan selalu berada di podium dalam 17 balapan.

Dengan catatan di atas, Schumi menyamai rekor lima kali juara dunia milik Juan Manuel Fangio. Tahun 2004, dia menahbiskan diri jadi pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak dalam satu musim dengan 13 kemenangan.

10. Sembrono
Di GP Hongaria 2010, Rubens Barrichello bersiap-siap menyalip Schumi dari kanan dengan mobil yang lebih cepat. Di kecepatan 190 mil per jam, Schumi tiba-tiba bergerak ke kanan dan nyaris membuat Barrichello menghantam tembok di sisi kanannya.

Bila Barrichello celaka, akibatnya bisa fatal. Schumi menyadari kesembronoannya dan meminta maaf kepada Barrichello usai balapan.

(arp/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads