Foto Oto

Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 05 Jul 2018 13:32 WIB

Marseille - Tren mobil listrik bukan hanya datang dari pabrikan Eropa, pabrikan Jepang pun memiliki line up mobil elektrifikasi. Salah satunya Mitsubishi.

Salah satu keunggulan mobil ini adalah penggunanya bisa menggunakan tenaga listrik selama 3 bulan berkendara. Karena waktu mode listrik yang lama itulah, mobil menjadi mobil PHEV terlaris di Eropa. Foto: M Luthfi Andhika
Menurut General Manager Indonesia Business Department, ASEAN Div. Mitsubishi Motors Corporation, Toshinaga Kato, di Marseille, Prancis, berdasarkan data 2017 yang dikeluarkan EAFO, EU+EFTA+Turkey, Mitsubisishi Outlander PHEV kini menjadi mobil paling ramah lingkungan yang paling diburu di Eropa. Foto: M Luthfi Andhika
Mitsubishi Outlander PHEV memiliki pangsa pasar 12 persen, mengalahkan VW Passat GTE 9 persen, Mercy GLC350e 7 persen, 330e sebanyak 7 persen, 225xe sebanyak 7 persen, VW Golf GTE mencapai 6 persen, MINI Countryman mencapai market share 3 persen, Porsche Panamera mencapai 3 persen, Volvo XC60 PHEV mencapai 2 persen. Foto: M Luthfi Andhika
"Masyarakat Eropa sangat suka dengan Mitsubsishi Outlander PHEV, karena mereka bisa mengendarai mobil ini hanya dengan menggunakan tenaga listrik selama 3 bulan. Dan Masyarakat Eropa mengetahui itu, dan sangat menyukainya," ujar Kato. Foto: M Luthfi Andika
Senior Manager Product Planning and Market Research Mitsubishi Motor R&D Europe Gmbh, Ryuichi Kimura, menjamin sistem PHEV Mitsubishi Outlander sangat berbeda jika dibandingkan dengan sistem PHEV lainnya. Foto: M Luthfi Andhika
Mitsubishi Outlander PHEV memiliki mesin, motor listrik pada roda depan dan belakang dan belakang, dan baterai. Karena sistemnya sudah terkomputerisasi, saat Otolovers berkendara maka komputer akan mengatur semuanya. Foto: M Luthfi Andhika
Pada Mode EV, sistem ini membuat mobil akan bergerak dengan menggunakan tenaga baterai yang dikirimkan ke motor listrik pada roda depan dan belakang. Foto: M Luthfi Andika
Selanjutnya Mitsubishi Outlander PHEV juga memberikan Mode Series hybrid. Saat baterai mulai berkurang, maka mesin akan membantu baterai agar memiliki kapasitas baterai yang stabil. Sehingga baterai akan tetap mensuplai tenaga ke motor listrik yang terdapat pada roda depan dan belakang. Sehingga mesin konvensional disini akan berperan seperti generator. Foto: M Luthfi Andika
Sistem mode ke-3 adalah Mode Parallel Hybrid. Sistem ini akan berfungsi di saat pengendara membutuhkan tenaga lebih. Artinya disaat baterai mulai berkurang, maka mesin konvensional akan tetap menjaga pasokan baterai, dan baterai akan memberikan energi pada motor listrik yang berada pada roda depan dan belakang. Foto: M Luthfi Andhika
Mitsubishi Outlander PHEV saat ini, mesin konvensional kini lebih besar dengan kapasitas mesin 2.4 L, yang mampu menyemburkan max output 99 kW dengan torsi mencapai 211 Nm. Foto: M Luthfi Andika
Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV
Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV
Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV
Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV
Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV
Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV
Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV
Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV
Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV
Samurai Biru Mitsubishi Outlander PHEV