1.000 Km, 1.000 Cerita dan Canda Tawa

Road Warriors

1.000 Km, 1.000 Cerita dan Canda Tawa

Rahmawati Trisnindhiantika - detikOto
Rabu, 11 Des 2013 14:45 WIB
1.000 Km, 1.000 Cerita dan Canda Tawa
Jakarta - #YamahaRoadWarriors adalah perjalanan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Dimana kita tidak sekedar mengendarai motor dari Jakarta hingga Surabaya, tapi kita juga diajak untuk mengenang para pahlawan melalui tempat-tempat bersejarah yang kita lalui.

Dengan mengenang pengorbanan para pahlawan, membakar semangat para peserta Road Warriors untuk menerjang hujan dan panas terik demi menyelesaikan misi.

Selama perjalanan kami juga mendapat banyak pengetahuan tentang keamanan berkendara, mulai dari perlengkapan berkendara yang safety seperti sepatu, celana denim, helm fullface, sarung tangan dan jaket Respiro tentunya, cara melewati kendaraan lain tanpa harus terkesan arogan, dan pelajaran safety riding lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang menjadi bekal kami untuk menjadi pahlawan di jalan raya, bukan hanya saat menjadi peserta #YamahaRoadWarriors, tapi juga setelah kembali ke rutinitas masing-masing.

Pahlawan jalan raya itu, bukan soal berapa kilometer yang pernah dia lalui, bukan secepat apa dia dapat berkendara, dan bukan banyaknya kendaraan lain yang dapat dia salip.

Pahlawan jalan raya itu adalah pengendara yang mengerti safety riding, dia tau kapan dia harus menarik gas dan kapan dia harus menarik rem.

Menggunakan perlengkapan safety riding dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Setiap 2 jam berkendara kami berhenti beberapa menit untuk beristirahat, mengisi bahan bakar jika perlu, sekedar peregangan otot, minum-minum, foto-foto narsis, ngerumpi dan berbagi canda-tawa.

Di sinilah salah satu waktu untuk mengakrabkan diri antar peserta yang belum kenal satu sama lain sebelumnya, sekaligus mengembalikan konsentrasi dan kesadaran karna lelah berkendara.

Mungkin cara tersebut dinilai membuang waktu bagi sebagian orang, membuat semakin lama untuk mencapai tujuan. Tapi kami menikmati setiap detik perjalanan kami dan mengutamakan keselamatan.

Perjalanan kami melalui banyak jenis medan, mulai dari jalan raya yang padat, jalan berkelok-kelok, tanjakan dan turunan curam, jalanan rusak, hingga melalui jalan hutan dengan pepohonan tinggi menjulang tanpa cahaya dan beberapa sisi jurang terbentang.

Sehingga kami memerlukan konsentrasi tinggi, kondisi fisik yang fit dan kendaraan yang tangguh di segala medan.

Sungguh perjalanan panjang yang melelahkan dan menguras banyak tenaga, tapi terbayar dengan apa yang telah kami dapatkan.

Pemandangan indah yang tak dapat kalian lihat di kota besar seperti Jakarta, membuat saya bersyukur terlahir di Indonesia yang kaya akan keindahan alamnya dan bersyukur karna para pahlawan sudah berhasil memerdekakan negeri ini.

Dieng adalah salah satu tempat favorit saya dalam perjalanan ini, suasananya yang tenang dan damai, udaranya yang sejuk, kentang goreng dan carica yang maknyosss tenan. Jatuh cinta deh sama tempat ini. Hehehe.

Pengalaman berharga yang tak terbayar oleh materi, keluarga baru yang terbentuk karna kebersamaan dalam perjalanan.

Sungguh 5 hari terasa kurang untuk kami lalui bersama, berharap lain waktu ada kesempatan kembali untuk bertualang bersama lagi.

Terimakasih kepada Orang tua, saudara dan teman-teman yang telah mendoakan dan memberi dukungan, seluruh peserta, kru detikOto dan MyTrans.





(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads