Dicibir Usul Masuk Tol, Pemoge: Yang 'Teriak' Belum Tahu Rasanya Naik Harley

ADVERTISEMENT

Dicibir Usul Masuk Tol, Pemoge: Yang 'Teriak' Belum Tahu Rasanya Naik Harley

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 13 Jan 2023 16:11 WIB
Rombongan moge masuk tol di Riau
Foto: Rombongan moge masuk tol di Riau (Istimewa)
Jakarta -

Usul motor gede (moge) boleh masuk tol mendapat penolakan dari berbagai kalangan. Presiden Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Irianto Ibrahim merespons dengan membeberkan alasan permintaan moge masuk tol, salah satunya supaya terhindar dari jalur non-tol yang bisa menimbulkan polemik dengan masyarakat.

"Kita tidak minta di jalur tol semua, misalnya di Jakarta nih, misalnya kita mau ke Jawa Tengah, cukup sampai Karawang-Cikampek, sudah cukup. Hanya menghindari spot-spot yang menjadi masalah terhadap masyarakat. Itu saja, bro," ujar Rian saat dihubungi detikcom, Rabu (11/3/2023).

Topik moge masuk tol menjadi perbincangan di Twitter, banyak warganet yang menolak usulan moge masuk tol. Alasannya masalah keselamatan.

"Wah, jangan dituruti, malah nyusahin, bahaya mereka kalo di tol, tetap kalah cepat sama mobil, kesenggol angin bis aja bisa oleng dan jatuh," komen @theWhongso.

"Jalan tol hanya untuk KENDARAAN RODA 4 ATAU LEBIH... Usulan roda 2 masuk jakan tol sangat membahayakan pengendaranya atau pengendara lain. Bayangkan, roda 2 melaju dgn kecepatan 120km/j menghantam tronton 12 roda yg hny melaju 40-50km/jam. Jelas berbahaya," komen @Ryanbhots.

"Saya pengguna motor besar,, dan saya nilai mental mayoritas pengguna motor besar di Indonesia belum siap untuk ini.. masih banyak yg tidak menghormati dan menghargai sesama pengguna jalan dan juga masih banyak arogansi di jalanan.. I say no for right now.," komen @876oz.

Beberapa pembaca detikcom juga melontarkan pernyataan yang sama. Indonesia dinilai belum cocok untuk mengizinkan para pemoge lewat jalan tol.

"moge gak cocok di jalanan indonesia yg sempit2 dan postur org indonesia yg mungil juga gak cocok buat bawa moge, klo kalian sering pake alesan moge berat buat manuver di jalan kecil itu krn badan kalian mungil2, mending naik skuter aja brooooo," komen Sony Laksono.

"Kalau lewat jalan non tol nya sopan dan tidak arogan, saya yakin masyarakat tidak resah dan terganggu," komen yang lainnya.

Presiden MBCI, Rian merespons kritikan yang datang terhadap usulan moge masuk tol. Rian menilai mereka belum merasakan bagaimana menunggangi motor gede (moge) di jalur non tol.

"Tol itu untuk menghindari masyarakat agar kita (contohnya) sekali jalan 100 Harley tidak mengganggu ketentraman masyarakat. Coba sekarang kita lewatin Bekasi, Bogor, masyarakat teriak, bro," kata dia.

"Yang teriak itu, Allah belum kasih rejeki beli Harley, belum merasa saja mereka. Kalau mereka sudah ngerasain, 'Oh iya ya benar kata Presiden MBCI, ya wajar kalau masuk tol', kalau lewat jalan kecil, jalur ekstrem itu kasihan masyarakat," tambah Rian lagi.

Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC)Jusri Pulubuhu merespons keinginan klub motor gede untuk bisa diizinkan masuk tol. Menurutnya, budaya tertib berlalu lintas di tol tanpa motor masih memprihatinkan.

"Dengan kekacauan (situasi lalu lintas di tol) ini saya tidak setuju kalau aturan moge masuk jalan tol disamaratakan untuk infrastruktur seluruh jalan tol di Indonesia. Dengan kata lain saya akan setuju kalau motor masuk jalan tol bilamana infrastrukturnya dibuat sebagaimana di Bali atau di Madura," kata Jusri.

"Kalau seandainya ada koridor khusus sepeda motor saya setuju. Karena sepeda motor, opini saya ini melindungi keselamatan para pengendara motor, dan melindungi juga keterlibatan orang-orang tidak berdosa akibat terjadinya kecelakaan yang melibatkan pengendara motor dan mobil atau roda empat lebih," jelas dia.



Simak Video "Catat! Tugas Polantas Tidak Hanya Sebatas Menilang Lho"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT