Gaji UMP Rp 4,9 Juta Mau Kredit Motor, Maksimal Cicilan Berapa?

ADVERTISEMENT

Gaji UMP Rp 4,9 Juta Mau Kredit Motor, Maksimal Cicilan Berapa?

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 29 Nov 2022 12:16 WIB
Booth Honda di IMOS 2022.
Ilustrasi transaksi kredit sepeda motor Foto: Septian Farhan Nurhuda / detik.com
Jakarta -

Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta bakal naik jadi Rp 4,9 juta per bulan. Bagi yang ingin kredit motor sebaiknya perlu perhitungan.

Saat ini ada program diskon kendaraan hingga down payment (DP) kecil menarik yang bisa membuat Anda terlena dalam membeli kendaraan. Namun perlu diwaspadai, jika Anda memutuskan untuk kredit, harusnya mengetahui kondisi keuangan terlebih dahulu. Jika tidak bakal menghadapi kredit macet.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho, mengatakan cicilan kendaraan perlu menghitung pendapatan dan pengeluaran sebelum memutuskan membeli kendaraan. Efektifnya, cicilan kendaraan maksimal sepertiga dari gaji dalam sebulan.

"Untuk menghitung berapa idealnya kredit barang seperti kendaraan bermotor dengan patokan penghasilan kita, maka kita bisa menghitungnya maksimal sebesar 30% dari penghasilan kita," ujar Andy kepada detikcom, Senin (29/11/2022).

Simulasinya, jika memiliki gaji Rp 4,9 juta maka cicilan maksimalnya Rp 1.470.000. Jika lebih dari batasan maksimal tersebut dikhawatirkan akan membahayakan cash flow keuangan.

"Angka tersebut sendiri sama seperti besaran maksimal cicilan kredit yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Maka bila gaji kita adalah Rp 4,9 juta, dikali 30% sama dengan Rp 1.470.000," terang Andy.

"Dengan uang segitu, tentu kita masih bisa mendapatkan sebuah sepeda motor baru dengan sebelumnya menambahkan DP sekitar Rp 3 jutaan di awal dan tenornya paling lama yaitu 36 bulan," tambah dia.

Sementara itu, Financial Planner sekaligus CEO dan Founder OneShildt Financial Independence, Budi Raharjo, mengatakan untuk kredit mobil sebaiknya bisa mengukur kemampuan diri.

"Tapi tidak semata-mata dilihat dari itu saja, kalau kita membeli kendaraan, pertama kita pertimbangkan cashflow juga, apakah dengan cashflow yang sekarang Rp 4,9 juta itu sudah memenuhi kebutuhan apa saja," jelas dia.

"Jadi misalnya dari Rp 4,9 juta itu menabung 10 persen, 90 persennya untuk keperluan hidup. Berarti 10 persen ini yang biasanya ditabung, kalau biasanya mengambil kendaraan dikredit berarti akan berkurang kemampuannya 10 persen ini, bahkan bisa jadi habis. Nah kalau sampai habis, bahkan sampai memaksakan diri pengeluaran lainnya sampai diturunkan, nah ini berarti kondisi keuangannya tidak memungkinkan untuk mengambil cicilan, terlalu memaksakan," tambah Budi.



Simak Video "Drama KPR"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT