Setahun Cuma Terjual Ribuan Unit, Target 2 Juta Motor Listrik di 2025 Realistis?

ADVERTISEMENT

Setahun Cuma Terjual Ribuan Unit, Target 2 Juta Motor Listrik di 2025 Realistis?

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Sabtu, 05 Nov 2022 16:05 WIB
(Kiri ke kanan) Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya, Presiden Director AHM Keiichi Yasuda, Executive Vice President Director AHM  Johannes Loman dan Marketing Director AHM Tetsuya Komine berfoto bersama usai menyampaikan strategi dan roadmap sepeda motor listrik Honda di Indonesia hingga tahun 2030 pada pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2022 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022).
Penjualan motor listrik di Indonesia hanya puluhan ribu unit per tahun. Foto: Dok. Honda
Jakarta -

Presiden Jokowi menargetkan 2 juta motor listrik terjual di Indonesia hingga 2025. Target tersebut dianggap kurang realistis, lantaran penjualan per tahunnya masih cenderung rendah. Bahkan, hanya mencapai puluhan ribu unit setahun.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Johannes Loman mengatakan, sejak Januari hingga September 2022 hanya 28 ribu unit motor listrik yang terjual di Indonesia. Hal tersebut seakan membuktikan, peminatnya masih terbilang rendah.

"Menurut data yang kami terima dari Kemenperin, itu sekitar 28 ribu unit (motor listrik) yang terjual selama Januari-September 2022," ujar Loman saat menjawab pertanyaan detikOto di JCC Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Motor listrik murah di IMOS 2022Motor listrik murah di IMOS 2022 Foto: Ridwan Arifin

Menurut Loman, target 2 juta motor listrik pada 2025 memang terdengar berat, namun bukan berarti mustahil dicapai. Kini, ada sejumlah kendala yang membuat konsumen ragu membeli kendaraan tersebut. Maka, tugas pihaknya adalah meminimalisir keraguan tersebut.

"Kita selalu berusaha untuk mencapai target itu. Tapi kembali lagi sejauh mana masyarakat bisa menerima lebih cepat. Sebab, itu teknologi baru, dan masyarakat perlu waktu untuk mengenalnya," terangnya.

"Artinya gini, sekarang motor listrik kan kendalanya masih di harga, jarak dan lamanya charging. Kalau itu selesai dengan teknologi yang ada, saya kira itu bisa lebih cepat tercapai," tambahnya.

Menperin Klaim Target 2 Juta Motor Listrik Realistis

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, meski belum besar namun ada pertumbuhan minat di segmen motor listrik. Itulah mengapa, ketika semuanya sudah lebih siap dari sekarang, pertumbuhannya pasti lebih signifikan.

Nah, ketika permintaan tinggi, maka perusahaan juga akan meningkatkan jumlah produksinya. Skema tersebut yang kemudian membuat penjualan motor listrik meningkat drastis.

"Kalau demand terhadap motor listriknya sudah berkembang, saya pikir industrinya juga akan menyesuaikan, termasuk target 2 juta motor listrik itu," ungkap Agus.

Menperin Agus Gumiwang di Pameran IMOS 2022.Menperin Agus Gumiwang di Pameran IMOS 2022. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

Agus menekankan, pemerintah telah menerbitkan banyak regulasi guna mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia, mulai dari Perpres 55 Tahun 2019, PP 74 Tahun 2021, hingga Inpres 7 Tahun 2022.

Dia yakin, target 2 juta unit motor listrik yang diminta Presiden Jokowi bukan hal mustahil. Menurutnya, itu bisa tercapai dengan kolaborasi dari berbagai pihak.

"Kalau dilihat dari sisi supply, saya kira target 2 juta unit itu tidak sulit," kata Agus.



Simak Video "Kenapa Motor Listrik 'Belum Laku' di Indonesia?"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT