Jokowi Mau 2 Juta Motor Listrik Terjual di 2025, Menperin: Tak Sulit!

ADVERTISEMENT

Jokowi Mau 2 Juta Motor Listrik Terjual di 2025, Menperin: Tak Sulit!

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Rabu, 02 Nov 2022 20:05 WIB
Menperin Agus Gumiwang di Pameran IMOS 2022.
Target 2 juta motor listrik pada 2025 dianggap Menperin realistis. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com
Jakarta -

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita kembali menanggapi permintaan Presiden Jokowi yang mau dua juta motor listrik terjual di Indonesia hingga 2025. Menurut Agus, target tersebut tak sulit dan sangat mungkin bisa tercapai.

Agus Gumiwang menjelaskan, peminat motor listrik di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun. Itulah mengapa, perusahaan roda dua yang menjual produk di segmen tersebut pasti terus melakukan penyesuaian dengan menambah kapasitas produksi.

"Kalau demand terhadap motor listriknya sudah berkembang, saya pikir industrinya juga akan menyesuaikan, termasuk target 2 juta motor listrik itu," ujar Agus Gumiwang saat ditemui detikOto di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2022).

Agus menekankan, pemerintah telah menerbitkan banyak regulasi guna mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia, mulai dari Perpres 55 Tahun 2019, PP 74 Tahun 2021, hingga Inpres 7 Tahun 2022.

Motor listrik Honda di IMOS 2022Motor listrik Honda di IMOS 2022 Foto: Ridwan Arifin/detikOto

Dia mengaku yakin, target 2 juta unit motor listrik yang diminta Presiden Jokowi bukan hal mustahil. Menurutnya, itu bisa tercapai dengan kolaborasi dari berbagai pihak.

"Kalau dilihat dari sisi supply, saya kira target 2 juta unit itu tidak sulit," tegasnya.

Tanggapan AISI soal 2 Juta Motor Listrik

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Johannes Loman mengatakan, target 2 juta motor listrik yang diminta Jokowi memang berat, namun bukan berarti mustahil tercapai.

"Kita selalu berusaha untuk mencapai hal itu. Tapi kembali lagi sejauh mana masyarakat bisa menerima lebih cepat. Sebab, itu teknologi baru, dan masyarakat perlu waktu untuk mengenalnya," terangnya.

Ilustrasi motor listrik.Ilustrasi motor listrik. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detik.com

Loman menambahkan, saat ini motor listrik masih terkendala harga dan infrastruktur. Namun, ke depannya, dia yakin masalah tersebut bisa teratasi. Sehingga, peminatnya di Indonesia semakin bertambah.

"Saya belum bisa bicara, itu tergantung teknologi. Sekarang motor listrik masih terkendala harga, jarak, dan lamanya charging. Kalau itu bisa diselesaikan dengan teknologi yang ada, saya kira akan lebih cepat (mencapai target)," kata Loman.



Simak Video "Pemerintah Beri Subsidi Harga Motor Listrik, Siapa yang Untung?"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT