Catat! Ini Daftar Motor yang Indennya Masih Lama

ADVERTISEMENT

Catat! Ini Daftar Motor yang Indennya Masih Lama

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Kamis, 20 Okt 2022 12:55 WIB
Orang Indonesia ternyata sudah ada yang beli Honda CBR1000RR-R SP Fireblade edisi spesial 30th Anniversary. Motor tersebut dibeli saat hari pembukaan IIMS.
Motor-motor ber-cc besar masih inden lama. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Meski belum sepenuhnya tuntas, namun krisis chip semikonduktor yang telah lama melanda Indonesia perlahan mulai teratasi. Bahkan, menurut AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), produksi roda dua di dalam negeri meningkat tahun ini. Tapi pertanyaannya, mengapa inden masih tetap ada?

Ketua Umum atau Ketum AISI, Johannes Loman mengatakan, untuk pembelian motor-motor ber-cc kecil dan sedang, konsumen tak perlu menjalani inden. Apalagi, kata dia, kendaraan tersebut diproduksi member AISI seperti Honda, Suzuki, dan Yamaha.

"Saya kira permasalahan chip sudah bisa diatasi oleh member kita, kan kalau kita lihat sejak Agustus itu total marketnya selalu di atas 500 ribu unit. Jadi menurut saya sih harusnya sudah selesai (masalah kelangkaan semikonduktor)," ujar Loman saat ditemui di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Namun, kata dia, ada sejumlah motor yang masa indennya masih cukup lama. Bahkan, untuk membelinya, konsumen harus menunggu hingga berbulan-bulan.

"Jadi untuk tipe-tipe tertentu yang secara unit jumlahnya memang tak banyak dan memiliki mesin besar seperti 750 cc atau 1.000 cc, hingga sekarang masih (inden lama)," ungkapnya.

BMW M 1000 RR meluncur di IndonesiaBMW M 1000 RR meluncur di Indonesia Foto: Dok. BMW Motorrad Indonesia

Selain yang telah disebutkan barusan, motor-motor dengan status completely built up (CBU) atau impor utuh dari luar negeri juga harus melalui inden panjang. Bahkan, di sejumlah kasus, masa tunggunya bisa setahun lebih.

"Tapi di luar itu sih aman," tegasnya.

Saat ditanya mengenai kondisi pasar tahun depan, Loman cukup percaya diri. Menurut pengamatannya, 2023 harusnya sudah lebih baik dari 2022. Namun, dia mengingatkan, nasib pasar bisa saja dipengaruhi negara-negara lain.

"Kalau di atas kertas, kita sih (sekarang) sudah mulai normal ya. Tapi itu kan tergantung kondisi dunia. Bukan hanya Indonesia. Ya mudah-mudahan aman semuanya sih, ya," kata Loman.



Simak Video "Krisis Chip Perlahan Teratasi, Penjualan Motor Bangkit Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT