ADVERTISEMENT

Viral Suzuki Thunder Dilarang Isi Pertalite, Kenapa?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 08 Agu 2022 12:05 WIB
Suzuki Thunder
Suzuki Thunder (Foto: M Luthfi Andika/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah memang akan membatasi pembelian Pertalite untuk kendaraan tertentu. Namun hingga kini pembelian Pertalite belum dibatasi. Meski begitu, ada salah satu SPBU Pertamina yang melarang motor Suzuki Thunder membeli Pertalite. Kenapa ya?

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pengumuman unik di salah satu SPBU. SPBU itu tidak melayani pembelian Pertalite dengan motor Suzuki Thunder.

"Mohon maaf tidak melayani pembelian Pertalite menggunakan motor Thunder/motor modifikasi," tulis pengumuman di SPBU itu.

Tidak dijelaskan di mana lokasi SPBU tersebut dan alasan pastinya mengapa tidak melayani pembelian Pertalite untuk Thunder. Namun, kemungkinan Thunder tidak dilayani pembelian Pertalite karena motor andalan Suzuki itu memiliki tangki bahan bakar minyak (BBM) yang cukup besar.

Meski tidak dijual dalam versi terbarunya saat ini, nyatanya Suzuki Thunder masih banyak beredar di jalanan Indonesia. Motor Suzuki ini sempat dijual di Indonesia dengan versi mesin 125 cc dan 250 cc.

Kedua versi Thunder itu punya spesifikasi tangki bahan bakar yang besar. Dari data spesifikasinya, Suzuki Thunder memiliki tangki bahan bakar hingga 15 liter.

Kepada detikcom, Sales & Marketing 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Teuku Agha mengatakan, Suzuki Thunder memang memiliki tangki bahan bakar yang besar. Dia bilang, tangki besar itu untuk mengakomodasi pengguna Suzuki Thunder yang biasanya kerap melakukan perjalanan panjang.

"Sebaiknya petugas SPBU dapat membedakan antara motor modifikasi di banding standard dari pabrik. Suzuki Thunder 125 memiliki tangki kapasitas besar dikarenakan peruntukan motor tersebut untuk perjalanan jarak panjang, jadi sebaiknya tidak boleh ada diskriminasi terhadap motor jenis ini," kata Agha kepada detikcom, Senin (8/8/2022).

Suzuki Thunder sendiri merupakan salah satu motor kopling manual yang cukup populer di eranya. Untuk versi 125 cc, Suzuki Thunder dibekali mesin 4 tak, SOHC, 2 katup satu silinder 125 cc. Tenaganya mencapai 11,8 PS/9.000 rpm dengan torsi maksimal 9,4 Nm/7.500 rpm. Sementara versi 250 cc hadir dengan mesin 4 tak, SOHC, TSCC, 249 cc bertenaga 22 day kuda/7.500 rpm dengan torsi maksimal 20,5 Nm/6.000 rpm.

Suzuki Thunder populer di era tahun 2000-an. Motor ini eksis di Indonesia sejak tahun 2004, sebelum disetop produksinya pada 2015.



Simak Video "Sangar! Suzuki Thunder Bekas Harga Rp 1 Jutaan Disulap Jadi Chopper"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT