Penjualan Motor Bulan Mei 2022 Turun Drastis! Cuma Laku 240 Ribuan Unit

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 21 Jun 2022 18:07 WIB
Honda BeAT warna baru
Penjualan motor bulan Mei 2022 turun drastis, laku 240 ribuan unit. (Foto: Astra Honda Motor (AHM))
Jakarta -

Penjualan motor di Indonesia bulan Mei 2022 mengalami penurunan angka yang drastis. Biasanya industri sepeda motor di Indonesia mampu menjual 300-400 ribuan unit motor per bulan. Tapi pada bulan Mei 2022, penjualan motor di pasar domestik hanya berkisar 240 ribuan unit.

Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) telah mengumumkan data penjualan motor bulan Mei 2022. Dari angka statisitik yang dipaparkan di dalam situs resmi AISI, penjualan motor bulan lalu anjlok.

Penjualan motor bulan Mei 2022 di pasar domestik tercatat 248.235 unit. Angka itu turun hingga 43% dari penjualan bulan April 2022 yang masih menjual sekitar 439.472 unit motor di dalam negeri.

Ini menjadi angka penjualan motor terendah pada lima bulan pertama tahun 2022. Pada Januari 2022 penjualan motor mencapai angka 443.890 unit, lalu Februari 2022 angkanya 368.131 unit, dan Maret 2022 angkanya 450.565 unit.

Berbeda dengan pasar domestik, penjualan motor Indonesia di pasar ekspor angkanya masih stabil, yakni di kisaran 50 ribuan unit per bulan. Pada bulan Mei 2022, industri motor di Indonesia masih bisa mengapalkan 50.693 unit motor ke mancanegara. Angka itu hanya turun sedikit dari ekspor bulan April 2022 yang mencatatkan angka 58.793 unit.

Anjloknya penjualan motor bulan Mei 2022 tentunya bukan karena permintaan konsumen yang menurun. Tapi karena macetnya proses produksi sebagai dampak krisis chip semikonduktor yang menghantam industri otomotif global dan Indonesia.

Akhir bulan lalu misalnya, PT Astra Honda Motor (AHM) menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen karena beberapa model Honda harus inden lama akibat krisis tersebut.

"Kami mohon maaf telah membuat Anda menunggu lebih lama. Saat ini kami sedang berusaha mengatasi masalah tersebut untuk memenuhi keinginan konsumen setia motor Honda sebaik-baiknya. Ini komitmen kami, seperti yang selama ini sudah kami lakukan untuk selalu memberikan produk, serta layanan terbaik bagi konsumen kami di Indonesia sesuai semangat Satu Hati," tulis AHM dalam pernyataannya (31/5/2022).

Setali tiga uang dengan Honda, Yamaha pun mengalami situasi demikian. Produk-produk Yamaha yang menggunakan teknologi canggih harus terkendala proses produksinya karena seretnya pasokan semikonduktor.

"Terutama di Maxi, teknologi Yamaha ini kan canggih, pakai microchip, dan ada connective function,keyless. Nah ini semuagak bisa nambah capacity-nya. Berkurang sedikit, tapi mulai recovery back. Jadilevelnya par aja, sama seperti tahun lalu. Nggak bisa naik, menunggu kapasitas produksi semikonduktor naik," kata Executive Vice President & COO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Dyonisius Beti, kepada wartawan di Jakarta (27/5/2022).

(lua/din)