Pabrikan Motor Alami Krisis Semikonduktor, Komponen Apa yang Terganggu?

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 01 Jun 2022 07:04 WIB
Jakarta -

Dua merek besar sepeda motor di Tanah Air, Honda dan Yamaha, sama-sama mengalami krisis chip semikonduktor. Kelangkaan komponen tersebut telah membuat produksi motor terganggu, sehingga tidak bisa memenuhi permintaan pasar. Pertanyaannya, chip semikonduktor itu berpengaruh terhadap part apa ya?

PT Astra Honda Motor (AHM) mengumumkan keterlambatan distribusi motor Honda karena kelangkaan pasokan chip semikonduktor yang melanda dunia. Semikonduktor merupakan salah satu komponen penting bagi sejumlah industri, termasuk otomotif. Tanpa chip semikonduktor, motor tidak bisa diproduksi dengan sempurna.

"Terima kasih kepada konsumen yang telah memilih motor Honda sebagai partner berkendara dan telah bersabar menunggu kedatangan motor impiannya. Kami mohon maaf membuat Anda menunggu lebih lama. Saat ini kami sedang berusaha untuk mengatasi masalah tersebut untuk memenuhi keinginan konsumen setia motor Honda sebaik-baiknya. Ini komitmen kami, seperti selama ini sudah kami lakukan untuk selalu memberikan produk dan layanan terbaik bagi konsumen kami di Indonesia sesuai semangat Satu Hati," tulis AHM dalam pernyataan resminya (31/5/2022).

Sebelumnya PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) juga telah memberi pernyataan serupa, di mana kelangkaan chip semikonduktor membuat produksi motornya di Indonesia terganggu.

Executive Vice President & COO YIMM, Dyonisius Beti, menjelaskan sejauh apa kelangkaan chip semikonduktor berpengaruh terhadap produksi Yamaha di Indonesia. Menurut Dyon, chip semikonduktor merupakan komponen penting pada motor yang terkait dengan kelistrikan. Jadi part-part seperti panel instrumen digital, sistem keyless, maupun sistem konektivitas smartphone tidak bisa berfungsi tanpa adanya chip semikonduktor ini.

"Terutama di Maxi, teknologi Yamaha ini kan canggih, pakai microchip, dan ada connective function, keyless. Nah ini semua nggak bisa nambah capacity-nya. Berkurang sedikit, tapi mulai recovery back. Jadi levelnya par aja, sama seperti tahun lalu. Nggak bisa naik, menunggu kapasitas produksi semikonduktor naik," kata Dyon kepada wartawan di arena JIExpo Kemayoran, Jakarta (27/5/2022).

Dyon sendiri belum bisa memastikan sampai kapan kelangkaan chip semikonduktor ini bakal terjadi. Namun jika boleh memberi prediksi, kelangkaan chip semikonduktor kemungkinan masih terus akan berlangsung hingga penghujung 2022.

"Kita dapat informasi bahwa investment mereka (produsen chip semikonduktor) sudah selesai, tinggal running install mesin produksi. Mungkin nggak begitu lama, sampai akhir tahun ini kali," jelas Dyon.

(lua/rgr)