Indonesia Bisa Bangun Pabrik Chip Semikonduktor Sendiri?

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 29 Mei 2022 16:55 WIB
Pabrik Yamaha Eropa setop karena corona
Bisakah produsen otomotif memproduksi chip semikonduktor secara mandiri? Foto: Yamaha
Jakarta -

Kelangkaan chip semikonduktor masih membayangi industri otomotif global dan Indonesia. Akibatnya, proses produksi kendaraan pun terganggu, sehingga membuat kapasitas produksi turun. Untuk mengatasi hal ini, apakah mungkin bagi para produsen otomotif membangun pabrikan otomotif membuat pabrik chip semikonduktor sendiri?

Executive Vice President & COO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Dyonisius Beti, mengatakan kecil kemungkinan produsen kendaraan membuat sendiri chip semikonduktor dengan cara membangun pabriknya langsung pabriknya.

Menurut Dyon, hal tersebut berhubungan dengan sistem rantai pasok global yang sudah berlangsung sejak lama. Selain itu, membangun pabrik chip semikonduktor juga memerlukan investasi yang sangat besar. Jadi agak mustahil bagi produsen motor untuk membuat komponen chip sendiri.

"Semkonduktor itu adalah teknologi lain, tidak bisa dilakukan atau diproduksi sendiri oleh Indonesia. Karena itu butuh investasi puluhan miliar dolar," buka Dyon kepada wartawan di arena JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (27/5/2022).

"Selain itu, suplai chip dari pabrik-pabrik chip terbesar itu kan bukan hanya untuk motor atau otomotif. Tapi juga suplai buat segala industri microchip seperti pabrik handphone dan sebagainya. Nah itu pabrik besarnya di dunia kan di TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company Limited) dan Samsung ya. Jadi investment semikonduktor ke Indonesia dari dulu sudah out ya. Jadi Yamaha atau pabrik mobil dan merek-merek lain nggak bisa produksi chip sendiri. Tapi di sisi lain kita bisa melokalisasi untuk memakai beberapa resources untuk improve lah," sambung Dyon.

Dyon sendiri belum bisa memastikan sampai kapan kelangkaan chip ini bakal terjadi. Namun jika boleh memberi prediksi, kelangkaan chip semikonduktor kemungkinan masih terus akan berlangsung hingga akhir 2022.

"Kita dapat informasi bahwa investment mereka (produsen chip semikonduktor) sudah selesai, tinggal running install mesin produksi. Mungkin nggak begitu lama, sampai akhir tahun ini kali," jelas Dyon.



Simak Video "Chip Semikonduktor Langka, Indonesia Nggak Bisa Bikin Pabriknya?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/riar)