ADVERTISEMENT

Bisa Menjadi Contoh, Ini Cara Kota London Tekan Kecelakaan Motor

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 20 Jan 2022 11:54 WIB
Parliament Square sebagai puncak Elizabeth Tower, yang berisi lonceng yang biasa disebut Big Ben, muncul dari perancah setelah lebih dari empat tahun renovasi, di London, Kamis, 9 Desember 2021. (AP Photo/Alberto Pezzali)
Situasi Jalanan di London Foto: AP/Alberto Pezzali
Jakarta -

Banyak yang tidak menyadari kecelakaan di jalanan merupakan salah satu penyumbang kematian terbanyak di Indonesia. Solusi baru untuk mengurangi angka kecelakaan fatal yang menyebabkan kematian rasanya perlu diterapkan.

Mungkin bisa jadi aturan yang diterapkan di London bisa menjadi contoh baru dan bisa diterapkan di sini. Dikutip visordown, angka kecelakaan di kota London mengalami penurunan drastis mencapai 60 persen, dan menjadikan tahun 2021 menjadi tahun terbaik dalam menekan angka kecelakaan di jalanan.

Menurunnya angka kecelakaan fatal sepeda motor yang menyebabkan kecelakaan yang menyebabkan kematian diumumkan dalam pertemuan besar yang digelar beberapa organisasi sepeda motor. Diantaranya BMF (British Motorcyclists Federation), MAG (Motorcycle Action Group), Keith Prince (GLA, MAG member & Assembly Member), Dave Bottomley (MET Sergeant & BikeSafe), TfL officials and other key groups.

Dijelaskan ada beberapa cara yang dilakukan pemerintah London, untuk bisa menekan angka kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan kematian. Salah satunya dengan mengatur kecepatan berkendara sepeda motor di London, dengan hanya mencapai 20 mph atau sekitar 32 km/jam.

"Saya terkesan dengan penurunan dramatis angka kematian yang disebabkan kecelakaan sepeda motor pada tahun lalu. Para petugas terus berkomitmen, begitu juga dengan komunitas pengendara di London untuk memahami pentingnya keselamatan berkendara, dan memperlakukan semua aturan terhadap seluruh pengguna roda dua secara adil tanpa diskriminasi," tambah Deputy Chair of the GLA Transport Committee, Keith Prince.



Simak Video "Pemotor Tewas Usai Hantam Separator di Tanah Abang Jakpus"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT